Momen 10 Eks Anggota OPM Ikrar Setia Kembali ke NKRI di Papua Barat

Oleh: Bachtiarudin Alam
Jumat, 26 Juni 2026 | 07:00 WIB
Momen 10 Eks Anggota OPM Ikrar Setia Kembali ke NKRI di Papua Barat. (Foto/istimewa)
Momen 10 Eks Anggota OPM Ikrar Setia Kembali ke NKRI di Papua Barat. (Foto/istimewa)

BeritaNasional.com - Sebanyak 10 mantan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) telah berikrar setia kembali kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam upacara di lapangan MakodamXVIII/Kasuari, Papua Barat, Kamis (25/6/2026).

Menyaksikan momen ini, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto menyambut dengan pelukan hangat kepada para mantan anggota dari OPM Kodap IV Sorong Raya. 

”Sekarang memutuskan kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi, berkumpul, bersatu dan menyatu dengan segenap eksponen dan elemen masyarakat Papua dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Lucky dalam keterangan resmi diterima awak media, dikutip Jumat (26/6/2026).

Lucky menyampaikan bahwa 10 orang tersebut kini sudah bukan lagi anggota OPM. Ia menegaskan bahwa mereka adalah rakyat yang akan kembali memberikan kontribusi bagi İndonesia.

”Eks anggota TPNPB-OPM ini mengungkapkan kebrutalan kelompok separatis OPM yang kerap menebar teror, merampas harta benda, hasil bumi dan ternak rakyat, tega memperkosa wanita desa, melukai bahkan tidak sungkan membunuh siapa pun yang menolak atau tidak mendukung gerakan mereka,” ucap Lucky. 

Lucky menyampaikan capaian ini adalah bukti kerja keras Satgas TNI bersama seluruh elemen masyarakat, untuk menggugah hati mereka untuk meninggalkan hutan, dan kembali ke pangkuan NKRI. 

Kepada semua anggota OPM yang masih berada di hutan dan pedalaman Papua, Jenderal Bintang Tiga TNI AD menegaskan pihaknya membuka diri dan mengajak mereka untuk mengikuti jejak mereka yang telah berikrar setia kepada NKRI.

”Saya mengajak saudara-saudara kita lainnya, kaka-kaka dan adik-adik yang berada di pedalaman rimba maupun puncak gunung dan lembah Papua, untuk kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi,” ujarnya. 

Menurut Lucky, Papua dibangun bukan dengan teror, intimidasi, apalagi memaksa masyarakat patuh dan tunduk pada berbagai bentuk kekerasan dan pembunuhan oleh OPM.

Tetapi harus dibangun lewat peningkatan kualitas SDM, khususnya anak-anak muda sebagai pondasi mewujudkan kesejahteraan menyeluruh bagi masyarakat Papua sebagaimana yang digencarkan pemerintah Presiden Prabowo Subianto.

”Kondusifitas keamanan wilayah dan kualitas SDM di Papua sejatinya adalah pondasi utama sekaligus motor yang dapat mengakselerasi pembangunan daerah dan masyarakat di ufuk timur Indonesia” ujarnya. sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: