Korban Gempa Venezuela Bertambah Jadi 589 Orang, 2.980 Mengalami Luka
BeritaNasional.com - Korban gempa Venezuela terus bertambah menjadi 589 orang dengan 2.980 orang terluka hingga Jumat (26/6/2026) setelah diguncang gempa bumi dahsyat.
Hal tersebut diungkapkan Penjabat Presiden Venezuela Delcy Rodriguez pada Jumat pagi waktu setempat sebagaimana dilansir dari Xinhua News. Dia menambahkan sejauh ini telah terjadi 214 gempa susulan.
Hingga saat ini, tim penyelamat setempat juga terus melakukan pencarian korban selamat di antara reruntuhan dan gempa susulan juga terus mengguncang daerah terdampak.
Sebelumnya, gempa pertama terjadi dengan magnitudo 7,2, disusul kurang dari satu menit oleh gempa yang lebih kuat dengan magnitudo 7,5 yang memicu respons darurat berskala besar.
Berdasarkan data Survei Geologi AS (USGS), pusat gempa terletak di lepas pantai utara Venezuela dekat kota Morón.
Gempa dirasakan di sebagian besar wilayah negara itu. Kolombia dan beberapa pulau Karibia juga merasakan getaran dengan lebih dari 20 gempa susulan.
Atas situasi ini, pemerintah Venezuela juga mengumumkan keadaan darurat nasional, mengerahkan angkatan bersenjata, unit pertahanan sipil, dan layanan darurat.
Sekolah, transportasi umum, dan beberapa bandara ditutup sementara. Listrik, air, dan komunikasi juga terganggu di beberapa wilayah.
Sementara itu, Bandara Internasional Simón Bolívar tetap ditutup hingga Jumat karena kerusakan akibat gempa bumi. Layanan metro dan kereta api di Caracas juga ditangguhkan.
Sejumlah pemimpin dunia juga menyampaikan bela sungkawa kepada Venezuela dan siap memberikan bantuan kemanusiaan jika diperlukan.
Seperti Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan belasungkawa kepada penjabat (Pj) Presiden Venezuela Delcy Rodríguez dan mengatakan Moskow berdiri dalam solidaritas dengan "rakyat Venezuela yang bersahabat". Rusia juga siap memberikan bantuan jika diminta.
Senada, China melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri Guo Jiakun juga menyampaikan belasungkawa dan mengatakan siap membantu. China pun yakin bahwa rakyat Venezuela akan mengatasi bencana dan membangun kembali.
Amerika Serikat (AS) juga menawarkan bantuan meskipun ada sejarah ketegangan usia Presiden AS Donald Trump menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro, usai melakukan serangan intensif pada Januari 2026 lalu. Trump juga sesumbar bahwa Amerika telah "mengambil alih" sektor minyak negara itu.
Negara-negara lain dan organisasi internasional, termasuk Prancis, Jerman, Turki, Iran, Vatikan, PBB, dan Bank Dunia, juga telah menjanjikan bantuan atau menyatakan dukungan untuk upaya bantuan.
Sebagai informasi, gempa bumi di Venezuela terjadi hanya beberapa jam sebelum gempa bumi dengan magnitude 7,2 melanda prefektur Aomori dan Iwate di Jepang utara, yang melukai sedikitnya delapan orang, terutama akibat benda-benda yang berjatuhan, menurut Badan Manajemen Kebakaran dan Bencana negara tersebut.
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu






