Nagelsmann Blak-blakan Usai Jerman Tersingkir di Piala Dunia 2026: Kami Terlalu Lambat!

Oleh: Harits Tryan
Selasa, 30 Juni 2026 | 10:40 WIB
Timnas Jerman di Piala Dunia 2026. (Foto/instagram dfb_team)
Timnas Jerman di Piala Dunia 2026. (Foto/instagram dfb_team)

BeritaNasional.com - Kekecewaan mendalam menyelimuti kubu Jerman setelah langkah mereka di Piala Dunia 2026 terhenti.

Seperti diketahui, bertanding di Stadion Boston, Foxborough, Amerika Serikat, Selasa (30/6/2026) pagi WIB, Paraguay memastikan tiket ke babak 16 besar usai menang 4-3 dalam adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu.

Pelatih kepala Jerman, Julian Nagelsmann, mengungkapkan kekecewaan mendalam setelah timnya tersingkir dari Piala Dunia 2026. Menurutnya, Der Panzer gagal memaksimalkan peluang sehingga harus menerima kenyataan pahit kalah setelah pertandingan berlanjut hingga adu penalti.

"Ada rasa kecewa yang sangat besar di ruang ganti. Sayangnya, memang begitulah sepak bola terkadang. Ada tim yang bisa menang dengan cara-cara sederhana, dan Anda harus mampu mengantisipasi cara-cara itu secara konsisten," kata Nagelsmann dikutip dari laman FIFA, Selasa (30/6/2026).

Ia menilai timnya terlalu lambat mengambil inisiatif untuk menekan lawan dan kurang efektif dalam memanfaatkan peluang di depan gawang.

"Kami terlalu lama membuat lawan berada dalam tekanan. Seharusnya kami bisa lebih sering mengirim bola ke dalam kotak penalti. Kami harus menyelesaikan pertandingan sebelum harus ditentukan lewat adu penalti. Permainan kami saat membangun serangan terlalu lambat," lanjutnya.

Senada dengan sang pelatih, penyerang Kai Havertz mengaku sangat terpukul dengan kegagalan Jerman. Ia bahkan menyampaikan permintaan maaf kepada para pendukung setelah untuk kedua kalinya gagal membawa negaranya berbicara banyak di ajang Piala Dunia.

"Saya benar-benar kehabisan kata-kata. Ini adalah Piala Dunia kedua saya, dan keduanya berakhir tanpa hasil. Yang bisa saya lakukan hanyalah meminta maaf," ujar Havertz.

Meski demikian, pemain berusia 27 tahun itu menilai penyebab kegagalan bukan semata-mata karena strategi pelatih. Ia meminta seluruh pemain untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penampilan mereka.

"Saya rasa kami tidak bermain buruk di beberapa turnamen terakhir, tetapi selalu ada sesuatu yang kurang. Dan hari ini pun sama. Kami harus melakukan introspeksi secara serius, terutama kami sebagai para pemain. Untuk urusan ini, saya tidak menyalahkan pelatih," tutup Havertz.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: