Bakom: Digitalisasi Pembelajaran Sudah Menjangkau 288.865 Sekolah

Oleh: Bachtiarudin Alam
Minggu, 05 Juli 2026 | 14:40 WIB
Kepala Bakom RI M. Qodari. (BeritaNasional/Bachtiar)
Kepala Bakom RI M. Qodari. (BeritaNasional/Bachtiar)

BeritaNasional.com - Program digitalisasi pembelajaran pemerintah telah menjangkau 288.865 satuan pendidikan di seluruh Indonesia, termasuk 13.838 sekolah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan, pemerintah kini tidak hanya memperluas distribusi perangkat, tetapi juga memperkuat pemanfaatan teknologi dalam proses belajar mengajar.

"Program ini telah menjangkau ratusan ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia," kata Qodari kepada wartawan, dikutip Minggu (2/7/2026).

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), pada 2025 sebanyak 288.865 satuan pendidikan telah menerima Papan Interaktif Digital (PID) beserta perangkat pendukung berupa laptop dan hard disk eksternal. 

Selain itu, 8.265 satuan pendidikan memperoleh dukungan internet, 2.389 satuan pendidikan mendapat dukungan listrik, 33.156 guru dan tenaga kependidikan telah mengikuti pelatihan, serta 2.856 konten pembelajaran digital telah dikembangkan.

Qodari berujar, pemerintah pada 2026 melanjutkan pengadaan PID, pendampingan sekolah, dan penyusunan konten pembelajaran digital untuk mengoptimalkan penggunaan perangkat.

"Sebanyak 99,5 persen siswa menyatakan pembelajaran menggunakan PID jauh lebih menarik. Dari sisi pemahaman materi, 98 persen siswa mengaku memahami materi yang diajarkan," ujar Qodari.

Menurut Qodari, mayoritas guru juga mulai menerapkan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan variatif, sementara siswa menjadi lebih aktif dan antusias di kelas.

Ia menambahkan, pemerintah terus memperkuat program digitalisasi pembelajaran di wilayah 3T. 

Berdasarkan data Kemendikdasmen per 29 Juni 2026, sebanyak 13.838 sekolah di wilayah tersebut telah menerima manfaat program pada 2025, mulai dari jenjang PAUD hingga PKBM.

Di wilayah 3T, pemerintah memberikan dukungan listrik kepada 49 SMP, layanan internet bagi 4.316 sekolah, serta menyalurkan 30.285 unit laptop dan hard disk untuk berbagai jenjang pendidikan.

"Meski demikian, kami menyadari bahwa kesetaraan dengan wilayah perkotaan belum sepenuhnya tercapai,” ucap Qodari.

Menurutnya, tantangan utama masih meliputi keterbatasan pasokan listrik, konektivitas internet, akses geografis, dan kesiapan sumber daya manusia. 

Karena itu, pemerintah akan memperkuat infrastruktur listrik dan internet, meningkatkan pelatihan guru, mengembangkan konten digital, mengintegrasikan platform Rumah Pendidikan dan Learning Management System (LMS), serta memperluas pendampingan pemanfaatan perangkat di sekolah.sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: