Tangis Cristiano Ronaldo Warnai Kekalahan Portugal dari Spanyol di Piala Dunia 2026

Oleh: Harits Tryan
Selasa, 07 Juli 2026 | 08:33 WIB
Penyerang Portugal Cristiano Ronaldo. (Foto/FIFA)
Penyerang Portugal Cristiano Ronaldo. (Foto/FIFA)

BeritaNasional.com - Perjalanan Cristiano Ronaldo di panggung Piala Dunia resmi berakhir setelah Portugal tersingkir usai kalah 0-1 dari Spain national football team pada babak 16 besar Piala Dunia 2026, Selasa (7/7/2026) pagi WIB.

Gol tunggal Mikel Merino pada menit pertama babak tambahan waktu memastikan kemenangan Spanyol sekaligus mengantarkan La Roja ke perempat final.

Usai peluit panjang berbunyi, Ronaldo tampak emosional. Penyerang berusia 41 tahun itu menyeka air mata sambil memberikan tepuk tangan kepada para pendukung Portugal di Stadion AT&T.

Dalam konferensi pers seusai pertandingan, Ronaldo mengonfirmasi bahwa turnamen di Amerika Serikat tersebut menjadi Piala Dunia terakhir dalam kariernya. Meski demikian, ia belum memastikan akan pensiun dari tim nasional Portugal.

"Saya sedih meninggalkan Piala Dunia dengan cara ini," kata Ronaldo dikutip dari ESPN.

"Seperti yang saya katakan kemarin, saya telah memberikan yang terbaik, dan saya pergi dengan hati nurani yang bersih. Itulah kehidupan seorang pesepak bola. Anda harus terus maju."

Ronaldo mengatakan dirinya membutuhkan waktu untuk menenangkan diri sebelum mengambil keputusan mengenai masa depannya bersama tim nasional.

"Ya, itu adalah Piala Dunia terakhir saya. Tapi untuk yang lainnya, ada waktu untuk berpikir, untuk bersama keluarga saya, dan tidak mengatakan hal-hal yang tidak perlu saat emosi sedang meluap," ujarnya.

Ronaldo mengakhiri karier Piala Dunianya dengan catatan 27 penampilan, terbanyak kedua sepanjang sejarah setelah Lionel Messi yang telah memainkan 30 pertandingan. Meski demikian, trofi Piala Dunia tetap menjadi satu-satunya gelar bergengsi yang belum berhasil ia raih.

Sepanjang karier internasionalnya, Ronaldo telah mencatatkan 233 penampilan dan mencetak 146 gol untuk Portugal, keduanya merupakan rekor dunia di level tim nasional putra. Ia juga membawa Portugal menjuarai UEFA Euro 2016 serta dua gelar UEFA Nations League.

"Saya sudah memberikan yang terbaik. Saya telah memenangkan tiga gelar bersama Portugal. Gelar Euro 2016 setara dengan Piala Dunia," ujar Ronaldo.

Pencapaian terbaik Ronaldo di Piala Dunia terjadi pada edisi 2006 ketika membawa Portugal mencapai semifinal. Selama enam kali tampil di ajang tersebut, ia membukukan 11 gol dan menjadi satu-satunya pemain yang mampu mencetak gol dalam enam edisi Piala Dunia berbeda.

Pelatih Portugal Roberto Martínez memberikan penghormatan kepada sang kapten. Menurutnya, Ronaldo telah menjadi teladan bagi seluruh skuad, bukan hanya karena kontribusi gol, tetapi juga dedikasi dan profesionalismenya.

"Dia telah menjadi kapten yang patut dijadikan contoh," kata Martínez.

"Saya tiba bersama Portugal di saat banyak kebingungan dan keraguan tentang Cristiano, dan dia telah menjadi panutan, bukan hanya dengan gol dan assist, tetapi juga apa yang dia lakukan di dalam kotak penalti, komitmennya, bagaimana dia menghayati sepak bola."

Martínez juga menyebut Ronaldo sebagai ikon sepak bola yang layak dikenang atas dedikasinya selama membela Portugal.

"Kita sedang membicarakan seorang ikon dalam sepak bola. Tidak banyak Cristiano Ronaldo. Kita harus bersyukur atas apa yang telah ia lakukan di Piala Dunia ini. Ia ingin memenangkannya, sebagai pemain, kapten, dan sebagai manusia, kita semua akan selalu mengingatnya."

Pelatih asal Spanyol itu juga membela keputusannya mempertahankan Ronaldo bermain selama 90 menit penuh meski Portugal kesulitan menciptakan peluang.

"Ketika Anda adalah sebuah tim dan Anda membutuhkan gol, Anda tidak bisa menarik Cristiano Ronaldo keluar," ujar Martínez.

"Dia bisa bermain 90 menit, tidak masalah. Dia memiliki kehadiran yang kuat, membuka ruang, dan selalu berbahaya dalam situasi bola mati maupun di dalam kotak penalti. Mungkin di babak tambahan akan lebih masuk akal menggunakan Gonçalo Ramos, tetapi kami harus mempertahankan struktur permainan. Bukan keputusan yang tepat untuk menarik keluar pencetak gol terbanyak kami di menit-menit awal."sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: