Pemerintah Pastikan Stok Pangan Aman Hadapi Ancaman El Nino, Cadangan Beras Tembus Rekor Tertinggi
BeritaNasional.com - Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan ketahanan dan stabilitas pangan nasional tetap terjaga di tengah potensi dampak fenomena El Nino. Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional, Sarwo Edhy, mengatakan kesiapan pemerintah tercermin dari posisi Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog dan kini mencapai level tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Menurut Edhy usai adanya prediksi terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi dari sektor hulu hingga hilir untuk menjaga produktivitas pertanian, kelancaran distribusi, serta keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat.
"Salah satu bukti nyata kesiapsiagaan tersebut adalah Indonesia mempunyai cadangan beras pemerintah yang ada di Bulog saat ini mencapai 5,2 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Kemudian cadangan ini bukan sekedar angka, tetapi merupakan bantalan strategis yang memberi ruang bagi pemerintah untuk menjaga pasokan sekaligus meredam gejolak harga ketika terjadi gangguan produksi maupun distribusi akibat musim kemarau," ujar Sarwo Edhy dalam keterangan resminya, Selasa (7/7/2026).
Untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan pasokan pangan tetap tersedia, pemerintah terus memperkuat program intervensi di berbagai daerah. Hingga awal Juni 2026, Bapanas bersama pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan telah melaksanakan lebih dari 5.573 Gerakan Pangan Murah (GPM) di 37 provinsi dan lebih dari 378 kabupaten/kota.
Selain itu, penyaluran beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) telah mencapai 463.000 ton. Pemerintah juga menyalurkan stimulus ekonomi berupa bantuan pangan beras dan minyak goreng kepada 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk alokasi Februari dan Maret dengan realisasi mencapai 99,7 persen. Bantuan pangan beras akan kembali disalurkan pada Juli, Agustus, dan September 2026.
Bapanas menyebut kuatnya stok pangan nasional didukung peningkatan produksi di sektor pertanian melalui pendampingan petani, optimalisasi lahan, pencetakan sawah baru, penguatan irigasi, hingga program pompanisasi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras pada 2025 meningkat 13,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya sehingga mengantarkan Indonesia mencapai swasembada beras nasional.
Pencapaian tersebut juga mendapat pengakuan internasional. Laporan FAO Food Outlook edisi Juni 2026 menempatkan Indonesia sebagai produsen beras terbesar di Asia Tenggara dan peringkat keempat di dunia.
"FAO Food Outlook edisi Juni 2026 menuliskan bahwa Indonesia dinobatkan sebagai produsen beras terbesar di Asia Tenggara dan peringkat keempat di dunia. Ini merupakan hal yang perlu kita banggakan dan menunjukkan bahwa penguatan ketahanan pangan Indonesia bukan sekedar klaim pemerintah, tetapi diakui oleh lembaga pangan internasional," tegas Sarwo Edhy.
Edhy mengimbau seluruh pihak tetap meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi dampak El Nino. Meski demikian, pemerintah optimistis kebutuhan pangan pokok masyarakat tetap dapat terpenuhi melalui penguatan kolaborasi, distribusi yang baik, serta cadangan pangan nasional yang memadai.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 18 jam yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







