Dulu Timnas Indonesia, Kini Mesir! Francois Letexier Kembali Dituding Merugikan Tim

Oleh: Harits Tryan
Rabu, 08 Juli 2026 | 18:31 WIB
Wasit asal Prancis, Francois Letexier saat memimpin laga Argentina vs Mesir. (Foto/FIFA)
Wasit asal Prancis, Francois Letexier saat memimpin laga Argentina vs Mesir. (Foto/FIFA)

BeritaNasional.com - Laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Mesir tak hanya menyajikan drama lima gol, tetapi juga memunculkan kontroversi kepemimpinan wasit asal Prancis, Francois Letexier.

Pertandingan yang berakhir dengan kemenangan Argentina 3-2 itu diwarnai sejumlah keputusan Letexier yang memicu protes keras dari kubu Mesir. 

Bahkan, Federasi Sepak Bola Mesir (EFA) resmi mengajukan pengaduan kepada FIFA dan meminta penyelidikan terhadap kinerja tim wasit.

Kontroversi pertama terjadi saat Mesir sempat mencetak gol kedua melalui Mostafa Ziko. Namun, setelah meninjau tayangan Video Assistant Referee (VAR), Letexier memutuskan menganulir gol tersebut karena menilai terjadi pelanggaran dalam proses terciptanya gol.

Keputusan itu langsung menuai protes dari para pemain dan ofisial Mesir. Mereka menilai insiden yang menjadi dasar pembatalan gol seharusnya tidak masuk dalam cakupan pemeriksaan VAR sehingga keputusan tersebut dinilai merugikan tim berjuluk The Pharaohs.

Selain pembatalan gol, Letexier juga menjadi sorotan karena dianggap terlalu mudah mengeluarkan kartu kepada pemain Mesir. Beberapa pemain, termasuk kiper Mostafa Shobeir, Hamdi Fathy, dan Marwan Attia, menerima kartu kuning pada fase-fase penting pertandingan.

Kontroversi berlanjut pada gol penentu kemenangan Argentina di masa injury time. Pelatih Mesir, Hossam Hassan, menilai telah terjadi pelanggaran terhadap pemainnya sebelum gol tersebut tercipta. Namun Letexier tetap melanjutkan permainan dan VAR tidak mengubah keputusan di lapangan.

Keputusan itu memicu kemarahan kubu Mesir. Hossam Hassan terlihat melayangkan protes keras kepada perangkat pertandingan seusai laga, sementara salah satu anggota staf pelatihnya diusir keluar lapangan akibat protes berlebihan.

Setelah pertandingan, Presiden Federasi Sepak Bola Mesir, Hany Abo Rida, mengajukan pengaduan resmi kepada FIFA.

Dalam surat protes tersebut, EFA meminta FIFA memberikan penjelasan atas sejumlah keputusan kontroversial, melakukan investigasi terhadap François Letexier beserta tim wasitnya, serta mempertimbangkan untuk tidak lagi menugaskan perangkat pertandingan asal Prancis tersebut pada sisa Piala Dunia 2026.

Federasi Mesir menilai sejumlah keputusan Letexier memiliki pengaruh signifikan terhadap hasil akhir pertandingan yang mengantarkan Argentina melaju ke perempat final.

Pernah Diprotes Netizen Indonesia 

Bagi pecinta  sepak bola Indonesia, Francois Letexier pastinya bukan hal yang asing. Ia pernah memimpin laga Indonesia vs Guinea di babak playoff Olimpiade Paris 2024 di tanggal 9 Mei lalu di INF Clairefontaine, Prancis. Berita Olahraga

Saat itu, Garuda Muda harus tunduk dengan skor 0-1. Dalam pertandingan tersebut, Francois Letexier membuat keputusan yang kontroversi dan merugikan Timnas Indonesia U-23. Semisalnya memberikan dua penalti kontroversial kepada Guinea.

Penalti pertama bagi Guinea setelah Witan Sulaeman dianggap melakukan pelanggaran kepada pemain Guinea. Jika dilihat dari replay sejatinya pemain Guinea terjatuh di luar kotak penalti. Alhasil akibat penalti kontroversial tersebut Ernando Ari harus kejebolan dari Ilaix Moriba.

Keputusan penalti kedua diberikan Francois Letexier kepada Guinea usai Alfeandra Dewangga yang sebetulnya melakukan tekel terkena bola saat berebut bola dengan pemain Guinea.. Alhasil titik putih diberikan ke Guinea, tetapi berhasil dipatahkan oleh Ernando Ari.

Tidak sampai disitu, Francois Letexier juga mengusir alias memberikan kartu merah kepada pelatih Timnas Indonesia U-23 Shin Tae-yong. Ia memberikan kartu merah kepada STY karena dianggap melakukan protes berlebihan.Jaringan & Stasiun TV

Diketahui, pelatih asal Korea Selatan itu protes keras karena tidak puas dengan keputusan Francois Letexier. Laga sempat tertunda karena STY tidak mau keluar lapangan usai diberikan kartu merah oleh Francois Letexier.
 sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: