Usai Kalah Dramatis dari Argentina, Pelatih Mesir Sindir FIFA: Mereka Ingin Messi Tetap Bertahan!
BeritaNasional.com - Pelatih Timnas Mesir Hossam Hassan melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan wasit usai timnya kalah dramatis 2-3 dari Argentina pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Hassan bahkan menyebut timnya menjadi korban "ketidakadilan" dan menyiratkan adanya keinginan agar Lionel Messi tetap melaju di turnamen.
Mesir sebenarnya tampil impresif dengan unggul 2-0 atas juara bertahan. Namun Argentina mampu bangkit dan membalikkan keadaan menjadi 3-2. Lionel Messi menjadi aktor utama kebangkitan Albiceleste setelah menyumbang satu gol dan satu assist, sebelum Enzo Fernández mencetak gol kemenangan pada masa tambahan waktu.
Usai pertandingan, Hassan mempertanyakan sejumlah keputusan wasit François Letexier asal Prancis. Menurutnya, Mesir dirugikan setelah gol mereka dianulir melalui tinjauan VAR, sementara dugaan pelanggaran Alexis Mac Allister dalam proses terciptanya gol kemenangan Argentina tidak ditinjau ulang.
"Kami tampil lebih baik daripada juara bertahan lebih baik dalam segala hal tetapi hasilnya dipengaruhi oleh faktor internal di lapangan dan faktor eksternal di luar lapangan," kata Hassan dikutip dari ESPN, Rabu (8/7/2026).
"Mungkin mereka ingin mempertahankan juara dunia di kompetisi ini. Mungkin mereka ingin Messi tetap berada dalam persaingan," imbuh dia.
Hassan juga mengklaim federasi sepak bola Mesir sebelumnya telah menyampaikan keberatan atas penunjukan Letexier sebagai wasit pertandingan. Ia menilai terdapat tekanan yang memengaruhi jalannya laga.
"Sepertinya ada tekanan dari pihak Argentina terkait hasil ini. Kami keberatan dengan pemilihan wasit karena situasi dengan Prancis, tetapi setiap orang harus menderita pada suatu titik, dan kami menderita," jelasnya.
Pelatih berusia 59 tahun itu mengaku kecewa karena VAR tidak meninjau insiden yang menurutnya layak menghasilkan penalti untuk Mesir. Ia juga mempertanyakan alasan dianulirnya gol kedua timnya.
"Kami belum melihat rasa hormat atau permainan yang adil. Penalti dianulir. Itu bahkan tidak diperiksa oleh VAR, dan gol kedua kami secara mengejutkan, entah karena alasan apa, dianulir," beber dia.
"Saya ingin mengungkapkannya dengan kata-kata yang indah dan mengatakan, 'Nasib buruk,' tetapi kami telah diperlakukan tidak adil dan ini merupakan suatu ketidakadilan," urainya.
Ketegangan berlanjut setelah peluit akhir dibunyikan. Hassan mengaku sempat terlibat adu argumen dengan Letexier dan menuduh sang pengadil lapangan "menyembunyikan sesuatu".
"Yang saya katakan kepada wasit adalah, 'Ini tidak adil.' Saya bilang mungkin dia membawa bekas luka atau menyembunyikan sesuatu," katanya.
Di kubu pemain, penyerang Mostafa Zico mengaku kecewa karena kemenangan yang sudah berada di depan mata akhirnya sirna.
"Nasib buruk. Pertandingan sudah di tangan kami dan lepas di saat-saat terakhir. Hal-hal aneh terjadi di lapangan," tegasnya.
Ia juga menilai keputusan wasit sangat memengaruhi hasil pertandingan.
"Kami diperlakukan tidak adil oleh wasit hari ini, dan semua orang melihatnya. Saya bahkan tidak tahu mengapa gol kedua dianulir," bebernya.
Meski demikian, Zico menegaskan Mesir tidak pernah menganggap pertandingan telah selesai saat unggul dua gol karena menyadari kualitas Argentina sebagai juara dunia.
Sementara itu, kiper Mostafa Shobeir mengakui timnya melakukan beberapa kesalahan pada 10 menit terakhir pertandingan, tetapi tetap bangga dengan perjuangan rekan-rekannya.
"Tentu saja, beberapa kesalahan terjadi dari kita semua dalam 10 menit terakhir. Tetapi pada akhirnya, kita juga bermain melawan juara dunia," ucapnya
Kiper cadangan Mohamed Alaa juga menyayangkan keputusan wasit yang dinilai merugikan Mesir, terutama terkait gol yang dianulir dan insiden penalti.
"Keputusan wasit sudah jelas di depan semua orang. Gol kami dianulir, dan kami mendapat penalti. Penalti itu malah berujung gol serangan balik melawan kami," tegas dia.
Usai pertandingan, kapten Mesir Mohamed Salah berusaha membangkitkan semangat rekan-rekannya di ruang ganti.
"Nasib buruk, semuanya sudah berakhir. Ini adalah ketetapan Tuhan dan apa yang dikehendaki-Nya telah terjadi terkait apa yang telah terjadi. Mari kita bangun dari ini, dan apa yang akan datang akan baik, insya Allah," tukasnya.
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
BUDAYA | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 20 jam yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu






