Prabowo: Demokrasi Tidak Mudah, tapi Tetap Sistem Terbaik untuk Keadilan

Oleh: Lydia Fransisca
Rabu, 08 Juli 2026 | 08:28 WIB
Presiden Prabowo saat menghadiri acara Indian Community Reception di Jakarta International Convention Center. (Foto/BPMI)
Presiden Prabowo saat menghadiri acara Indian Community Reception di Jakarta International Convention Center. (Foto/BPMI)

BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan, demokrasi bukanlah sistem yang mudah dijalankan dan kerap menghadapi berbagai tantangan. Meski demikian, Prabowo menyebut demokrasi tetap menjadi sistem terbaik untuk mewujudkan keadilan dan kehidupan bernegara yang inklusif. 

Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri acara Indian Community Reception di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta pada Selasa (7/7/2026) malam.

Prabowo mengatakan, demokrasi sering kali berjalan tidak mudah dan bahkan tampak berantakan. 

Namun, menurutnya, sistem tersebut tetap menjadi pilihan terbaik dibandingkan sistem pemerintahan lainnya.

“Demokrasi bukanlah jalan yang mudah, bukan sistem yang mudah. Itu tidak mudah. Terkadang itu sangat berantakan. Tapi saya pikir kita setuju bahwa itu adalah sistem terbaik untuk keadilan, untuk harapan, untuk inklusivitas,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, demokrasi juga menghadapi berbagai ancaman, termasuk adanya pihak-pihak yang berupaya membajak sistem tersebut. Karena itu, ia menegaskan komitmen untuk terus mempertahankan demokrasi.

"Ada bahaya-bahaya dalam demokrasi. Ada jebakan. Ada rintangan. Ada orang yang ingin membajak demokrasi. Tapi kita tidak bisa menyerah," ujar Presiden.

"Kita harus percaya pada demokrasi dan kita harus berusaha untuk mempertahankan demokrasi. Ini adalah cara terbaik dari semua sistem yang telah kami coba, yang telah dicoba oleh peradaban manusia,” tambah dia.

Lebih lanjut, Prabowo juga menyoroti pengalaman India sebagai negara demokrasi dengan jumlah penduduk terbesar di dunia. 

Menurutnya, kemampuan India menjaga stabilitas pemerintahan di tengah keberagaman merupakan pencapaian yang layak dipelajari Indonesia.

“Kami melihat India, sebuah negara berpenduduk 1,4 miliar orang, banyak, banyak kelompok etnis seperti kami, banyak bahasa regional yang berbeda. Tetapi mengelola begitu banyak tahun transisi pemerintahan yang damai di banyak negara bagian. Dan di Uni India itu sendiri, ini adalah pencapaian yang luar biasa,” ucap Prabkek.

Bahkan, Prabowo mengaku selama ini mempelajari pengalaman India dalam mengelola demokrasi.

"Dan Indonesia, saya sendiri juga mempelajari ini dan mengikuti pencapaian luar biasa dari India,” tegas Presiden.

Ia pun mengajak masyarakat Indonesia mengambil pelajaran dari pengalaman India dalam memperkuat demokrasi di tengah keberagaman.

"Yang penting adalah, masyarakat Indonesia harus belajar dari pengalaman India,” tandasnya.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: