Kematian Akibat Gelombang Panas di Jerman Tembus 5.000 Orang

Oleh: Dyah Ratna Meta Novia
Jumat, 10 Juli 2026 | 02:30 WIB
Ilustrasi gelombang panas landa Jerman (Foto/Freepik)
Ilustrasi gelombang panas landa Jerman (Foto/Freepik)

BeritaNasional.com - Institut Robert Koch (RKI) di Berlin, Jerman menyatakan, Sekitar 5.120 orang meninggal di Jerman akibat panas terik gelombang panas sejak awal musim panas hingga akhir Juni.

Angka terbaru itu telah melampaui rata-rata tahunan sekitar 2.900 kematian terkait panas yang tercatat antara 2023 dan 2025, menurut laporan RKI.

Laporan RKI sendiri berdasarkan catatan kematian dari Kantor Statistik Federal dan data dari Dinas Cuaca Jerman (DWD).

RKI memperkirakan, kematian terkait panas melonjak sebanyak 4.310 selama 22-28 Juni, saat Jerman mengalami panas terik paling tinggi di mana suhu melonjak di atas 40 derajat Celsius di beberapa bagian negar.

Selama periode dari April hingga 21 Juni, RKI memperkirakan 810 kematian terkait cuaca panas. Namun, Seorang Juru Bicara RKI mengatakan,semua kematian itu terjadi selama 15-21 Juni.

Kematian akibat gelombang panas terutama terjadi pada orang lanjut usia. Sekitar 2.950 dari perkiraan kematian hingga 28 Juni terjadi di antara mereka yang berusia 85 tahun ke atas.

Angka tersebut sekitar 1.320 di antara mereka yang berusia 75 hingga 84 tahun, sekitar 550 di antara mereka yang berusia 65 hingga 74 tahun, dan sekitar 300 di antara orang-orang di bawah 65 tahun.

Menurut Badan Cuaca Jerman, Juni 2026 adalah bulan terpanas kedua di negara itu sejak pencatatan dimulai, setelah 2019.

Gelombang panas pada akhir Juni membuat suhu di atas 41 derajat Celsius, sementara 46 stasiun cuaca mencatat suhu di atas 40 derajat Celsius pada 27 Juni.

Sumber: Antara

 sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: