Mbappe Kritik Taktik Deschamps Usai Prancis Dikalahkan Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026

Oleh: Harits Tryan
Rabu, 15 Juli 2026 | 11:45 WIB
Striker Timnas Prancis Kylian Mbappe. (Foto/FIFA).
Striker Timnas Prancis Kylian Mbappe. (Foto/FIFA).

BeritaNasional.com - Kapten tim nasional Prancis, Kylian Mbappe, mengkritisi pendekatan taktik timnya setelah Les Bleus menelan kekalahan 0-2 dari Spanyol pada semifinal Piala Dunia 2026, Rabu (15/7/2026).

Kekalahan tersebut mengakhiri ambisi Prancis untuk mencapai final Piala Dunia ketiga secara beruntun setelah sebelumnya tampil di partai puncak pada edisi 2018 dan 2022.

Dalam pertandingan di Dallas Stadium, Prancis tampil di bawah performa terbaiknya dan kesulitan mengimbangi dominasi permainan Spanyol. Mbappe menilai timnya kalah dalam duel lini tengah sehingga gagal menjalankan rencana permainan yang telah disusun.

"Kami bermain tiga lawan dua di lini tengah dan melawan Spanyol, itu sangat sulit. Fabian Ruiz dan Rodri memiliki banyak waktu untuk bermain. Ada kurangnya komunikasi saat melakukan pressing," kata Mbappe dikutip dari ESPN, Rabu (15/7/2026).

Penyerang Real Madrid itu menilai Prancis seharusnya menerapkan pressing satu lawan satu untuk mengganggu ritme permainan La Roja.

"Saya pikir kami seharusnya melakukan pressing man-to-man dan memaksa mereka berlari bersama kami," ujarnya.

Mbappe juga mengakui Prancis gagal menunjukkan performa terbaik, baik secara teknis maupun taktis, sepanjang pertandingan.

"Kami tidak memainkan permainan yang kami inginkan, baik secara teknis maupun taktis. Ketika Anda tidak melakukan apa yang harus dilakukan di semifinal Piala Dunia, Anda tidak akan menang," katanya.

Menurut pemain berusia 27 tahun itu, Spanyol berhasil menjalankan identitas permainan mereka dengan sangat baik, terutama dalam mengontrol penguasaan bola dan tempo pertandingan.

"Mereka lebih baik dari kami dalam mengendalikan permainan. Kami tidak berhasil menghentikannya. Kami terlalu ceroboh secara teknis dan tidak mampu memberikan ancaman seperti yang seharusnya," lanjut Mbappe.

Mbappe juga menyoroti buruknya transisi permainan Prancis. Menurutnya, Les Bleus kerap kehilangan bola kembali meski sempat berhasil merebut penguasaan dari pemain Spanyol.

"Bahkan ketika kami berhasil merebut bola, sentuhan pertama kami tidak cukup baik. Itu menyebabkan kekalahan. Ini adalah kekecewaan besar, tetapi jika kami objektif, kami tidak mengerahkan seluruh kemampuan untuk lolos ke final," ujarnya.

Pelatih Didier Deschamps sempat mencoba mengubah jalannya pertandingan melalui sejumlah pergantian pemain pada babak kedua, termasuk memasukkan Desire Doue dan Rayan Cherki. Namun, perubahan tersebut gagal memberikan dampak signifikan.

Frustrasi Mbappe sempat terlihat pada menit ke-86 ketika dirinya bertabrakan dengan kiper Spanyol, Unai Simon, yang membuat sang kapten Prancis diganjar kartu kuning.

Meski demikian, Mbappe tetap mengambil tanggung jawab penuh atas kegagalan timnya.

"Sebagai kapten, saya harus memikul semua tanggung jawab dan saya tidak punya masalah dengan itu. Kami ingin lolos ke final, tetapi kami tidak berhasil," kata Mbappe.

Dengan hasil ini, Prancis harus mengalihkan fokus ke laga perebutan tempat ketiga dan akan menghadapi tim yang kalah dari semifinal lainnya antara Argentina dan Inggris pada Sabtu (19/7/2026) di Miami Gardens, Florida.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: