Harga Ayam dan Telur Peternak Mulai Pulih, Bapanas Sebut Permintaan MBG Ikut Dongkrak Pasar

Oleh: Lydia Fransisca
Rabu, 15 Juli 2026 | 18:47 WIB
Wapres Gibran Rakabuming meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 1 Tombulu, Minahasa, Sulut. (BeritaNasional/Elvis/HO Setwapres)
Wapres Gibran Rakabuming meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 1 Tombulu, Minahasa, Sulut. (BeritaNasional/Elvis/HO Setwapres)

BeritaNasional.com -  Harga ayam broiler dan telur ayam ras di tingkat peternak mulai menunjukkan tren kenaikan seiring bergulirnya kembali Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada awal tahun ajaran baru. 

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengatakan, meningkatnya kebutuhan pangan melalui program tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong pemulihan harga setelah sebelumnya melemah akibat turunnya permintaan pasar.

"Jadi MBG itu ada pengaruhnya. Mulai masuk anak sekolah, MBG dimulai, ini (harga telur dan ayam) sudah mulai naik," kata Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa, Rabu (15/7/2026).

Data Bapanas menunjukkan, rata-rata harga ayam broiler di tingkat peternak per 14 Juli mencapai Rp21.736 per kilogram (kg). 

Angka tersebut meningkat 4,11% dibandingkan sepekan sebelumnya yang berada di level Rp20.878 per kg.

Meski demikian, harga ayam masih bervariasi di sejumlah daerah. Di Sumatera Selatan, harga ayam broiler di tingkat peternak tercatat sekitar Rp18.125 per kg.

Sementara di Riau, rata-rata harga telah mencapai Rp25.600 per kg, bahkan melampaui Harga Acuan Pembelian (HAP) tingkat produsen yang ditetapkan sebesar Rp25.000 per kg.

Kenaikan juga mulai terjadi pada komoditas telur ayam ras. Per 14 Juli, rata-rata harga nasional berada di Rp22.644 per kg atau naik 0,66 persen dibandingkan sepekan sebelumnya yang masih Rp22.495 per kg.

Harga telur terendah tercatat di Banten sebesar Rp20.300 per kg, sedangkan harga tertinggi berada di Sulawesi Utara yang mencapai Rp28.200 per kg. 

Adapun HAP telur ayam ras di tingkat peternak ditetapkan sebesar Rp26.500 per kg.

Ketut menjelaskan, pelemahan harga yang terjadi sebelumnya juga dipengaruhi faktor musiman karena bertepatan dengan bulan Suro yang identik dengan berkurangnya berbagai kegiatan masyarakat, seperti hajatan dan pesta pernikahan.

"Sebenarnya bulan Suro itu juga pengaruh besar karena bulan kemarin itu relatif bulan Suro, sehingga acara-acara mantenan dan lain sebagainya kan terhenti, sehingga permintaan terkait dengan ayam itu relatif menurun, sehingga harga terkoreksi," ujarnya.

Menurut Ketut, berakhirnya periode bulan Suro dan meningkatnya kebutuhan pangan melalui Program MBG diharapkan menjadi momentum pemulihan harga bagi peternak unggas nasional.

 sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: