Polda Papua: Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Tewaskan 9 Orang
BeritaNasional.com - Jumlah korban dalam insiden ledakan yang diduga berasal dari bom sisa Perang Dunia II di Kabupaten Biak Numfor, Papua, bertambah. Peristiwa yang terjadi di kawasan Kampung Yenures, Distrik Biak Kota, tersebut mengakibatkan sembilan orang meninggal dunia dan enam lainnya mengalami luka-luka.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Cahyo Sukarnito, mengatakan proses penanganan kasus memerlukan waktu karena melibatkan bahan peledak serta proses identifikasi korban secara ilmiah.
“Insiden tersebut mengakibatkan 9 orang meninggal dunia, 6 orang mengalami luka-luka,” tutur Cahyo, Jumat (17/7/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah korban pada awalnya belum dapat dikenali sehingga proses identifikasi harus melibatkan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Papua.
"Beberapa korban pada awalnya belum dapat diidentifikasi, namun berkat kerja keras Tim DVI Polda Papua seluruh korban akhirnya berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga masing-masing," ujarnya.
Sementara itu, anggota Tim DVI Polda Papua, Penata I Hamzah Chusaeni, mengatakan identifikasi korban dilakukan melalui pemeriksaan DNA lantaran kondisi jenazah tidak memungkinkan untuk dikenali secara visual.
Tim DVI mengambil tiga sampel DNA pembanding dari keluarga korban serta 10 sampel jaringan tubuh korban. Seluruh sampel kemudian dikirim ke Laboratorium DNA Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan ilmiah.
"Melalui pemeriksaan DNA tersebut, seluruh korban yang sebelumnya belum dapat dipastikan identitasnya akhirnya berhasil diidentifikasi dan telah diserahkan kepada keluarga masing-masing," kata Hamzah.
Diketahui, ledakan terjadi di Kompleks Perikanan, Jalan Walter Mongonsidi, Kampung Yenures, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua, pada Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 14.45 WIT.
Hingga saat ini, aparat kepolisian masih mendalami rangkaian peristiwa tersebut. Ledakan diduga berasal dari bom sisa peninggalan Perang Dunia II yang masih aktif.
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu






