Menuju Final Piala Dunia 2026: 3 Duel Kunci yang Bakal Tentukan Juara Antara Spanyol vs Argentina

Oleh: Tarmizi Hamdi
Jumat, 17 Juli 2026 | 12:30 WIB
Lamine Yamal (kiri) dan Nicolas Tagliafico bakal berhadapan di laga Spanyol vs Argentina dalam final Piala Dunia 2026. (Foto/FIFA)
Lamine Yamal (kiri) dan Nicolas Tagliafico bakal berhadapan di laga Spanyol vs Argentina dalam final Piala Dunia 2026. (Foto/FIFA)

BeritaNasional.com - Pergelaran Piala Dunia 2026 yang tercatat sebagai turnamen terbesar sepanjang sejarah akan mencapai klimaksnya pada Senin (20/7/2026) pukul 02.00 WIB.

Laga final yang mempertemukan raksasa Eropa, Spanyol, melawan juara bertahan dari Amerika Selatan, Argentina, siap digelar di New York New Jersey Stadium.

Kedua negara sukses melaju ke partai puncak berkat kualitas permainan yang luar biasa dan mentalitas juara yang tak pernah padam. 

Guna meramal jalannya pertandingan, FIFA merilis ulasan mengenai tiga duel individu krusial di atas lapangan yang berpotensi menjadi kunci penentu kemenangan. Berikut adalah ulasan yang dirangkum dari laman resmi FIFA pada Jumat (17/7/2026):

1. Aymeric Laporte vs Lionel Messi

Meskipun baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-39 sekitar dua minggu lalu, magis Lionel Messi di atas lapangan hijau terbukti belum pudar.

Kapten Argentina tersebut saat ini memimpin perburuan sepatu emas dengan torehan delapan gol sekaligus mempertegas statusnya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa di Piala Dunia.

Tidak hanya tajam, Messi juga memuncaki klasemen kreativitas di turnamen ini dengan sumbangan empat assist, termasuk dua umpan kunci yang membawa Argentina melakukan comeback dramatis melawan Inggris di semifinal.

Untuk meredam daya hancur Messi, Spanyol akan bertumpu pada ketangguhan Aymeric Laporte.

Bek Athletic Bilbao ini sedang berada dalam performa puncak setelah membangun kemitraan yang solid di jantung pertahanan bersama pemain muda berusia 19 tahun, Pau Cubarsi.

Berkat ketenangan dan kepemimpinan Laporte, gawang La Roja tercatat baru kebobolan satu gol dari tujuh laga yang sudah dijalani sepanjang turnamen.

2. Rodri vs Enzo Fernandez

Sektor gelandang akan menjadi arena adu mekanik antara kapten Spanyol, Rodri, melawan dinamo lini tengah Argentina, Enzo Fernandez.

Rodri tampil sangat dominan di Piala Dunia kali ini dengan menjadi pemain yang paling banyak melepaskan operan aku

rat, yakni sebanyak 648 operan dengan tingkat akurasi mencapai 93 persen.

Selain visi bermain, ketahanan fisik gelandang Manchester City ini juga mengerikan, ia memecahkan rekor daya jelajah terjauh di turnamen dengan total jarak tempuh 83.802 meter, sekaligus memimpin statistik intervensi pertahanan terbaik.

Namun, Rodri tidak akan melenggang dengan mudah karena harus berhadapan dengan Enzo Fernandez. 

Pemain berusia 25 tahun yang pernah menyabet gelar Pemain Muda Terbaik pada Piala Dunia 2022 ini kembali menunjukkan sinarnya. 

Fernandez adalah pekerja keras yang tercatat 43 kali merebut kembali penguasaan bola dari kaki lawan, tertinggi di skuad La Albiceleste. 

Tak hanya tangguh bertahan, Fernandez juga menjadi pahlawan lewat gol-gol krusialnya, termasuk sundulan penentu di babak 16 besar melawan Mesir dan gol penyeimbang di menit ke-85 saat semifinal melawan Inggris.

3. Lamine Yamal vs Nicolas Tagliafico

Pertarungan di sisi sayap akan menyajikan duel adu taktik yang sangat menarik antara talenta muda paling memukau saat ini, Lamine Yamal, melawan bek kiri berpengalaman Argentina, Nicolas Tagliafico.

Sempat absen di awal akibat cedera hamstring, bintang muda Barcelona ini kembali tepat waktu dan terus menunjukkan grafik performa yang menanjak.

Kecepatan dan kelihaian Yamal dalam menusuk kotak penalti terbukti membuahkan hadiah penalti bagi Spanyol di laga semifinal melawan Prancis.

Peringkat keenam dalam aspek kreativitas turnamen menjadi bukti nyata betapa berbahayanya pemain sayap kanan ini.

Tugas berat untuk menghentikan Yamal akan dipikul oleh Nicolas Tagliafico.

Bek kiri berusia 33 tahun milik klub Lyon ini merupakan bagian penting saat Argentina mengangkat trofi emas empat tahun lalu di Qatar.

Memiliki modal 82 penampilan bersama timnas dan pengalaman bermain penuh selama 120 menit di final edisi sebelumnya, kekuatan duel satu lawan satu serta kedewasaan taktis Tagliafico akan menjadi ujian terberat bagi Yamal dalam laga penentu juara hari Minggu nanti.

Sumber: FIFAsinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: