Prabowo: Anggaran Pertahanan Bisa Dipangkas Demi Hapus Kemiskinan dan Kelaparan

Oleh: Tim Redaksi
Jumat, 17 Juli 2026 | 20:33 WIB
Presiden Prabowo Subianto menyaksikan secara langsung panen raya tebu di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang. (Foto/Setpres)
Presiden Prabowo Subianto menyaksikan secara langsung panen raya tebu di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang. (Foto/Setpres)

BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan terus melakukan efisiensi anggaran untuk mempercepat pengentasan kemiskinan, kemiskinan ekstrem, dan kelaparan di Indonesia.

Bahkan, jika diperlukan, anggaran sektor pertahanan maupun kepolisian siap dikurangi demi memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan usai memimpin panen raya serentak di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).

"Kita harus menghilangkan kelaparan, kemiskinan, dan kemiskinan ekstrem. Kita akan terus melakukan efisiensi anggaran. Bila perlu anggaran pertahanan dan polisi kita kurangi untuk menghapus kemiskinan," ujar Prabowo.

Prabowo menjelaskan, kebijakan efisiensi anggaran merupakan bagian dari strategi pemerintah mempersiapkan Indonesia menjadi salah satu negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia pada 2045-2050.

Menurutnya, target tersebut hanya bisa dicapai jika pemerintah mampu meningkatkan kualitas generasi muda sejak sekarang.

"Anak-anak yang hari ini masih duduk di bangku sekolah akan menjadi tulang punggung Indonesia 25 tahun mendatang. Karena itu mereka harus dipersiapkan dengan baik," katanya.

Kesejahteraan Rakyat Jadi Benteng Pertahanan

Prabowo menegaskan kekuatan sebuah negara tidak hanya ditentukan oleh alutsista atau aparat keamanan, tetapi juga oleh tingkat kesejahteraan rakyatnya.

Menurut dia, masyarakat yang sehat, kuat, dan sejahtera merupakan fondasi utama pertahanan nasional.

"Pertahanan terbaik adalah rakyat yang kuat dan sejahtera. Kalau bangsa ini diganggu, seluruh rakyat akan berdiri membela Indonesia," tegasnya.

Karena itu, Prabowo meminta TNI dan Polri terus hadir di tengah masyarakat, termasuk membantu petani, nelayan, serta kelompok yang membutuhkan dukungan pemerintah.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga mengapresiasi kontribusi TNI dan Polri melalui berbagai program yang langsung menyentuh masyarakat, seperti pembangunan jembatan dan penyediaan akses air bersih.

Ia menilai seluruh unsur negara harus bergotong royong mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi rakyat.

"Saya bangga melihat TNI dan Polri membangun ribuan jembatan dan titik air bersih. Kesulitan rakyat harus menjadi tanggung jawab bersama," ujarnya.

Di akhir pidatonya, Prabowo kembali menegaskan bahwa TNI dan Polri merupakan institusi milik rakyat. Karena itu, seluruh kekuatan negara harus diarahkan untuk membantu masyarakat serta mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang mereka hadapi.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: