Indonesia Perkuat Kontribusi Tata Kelola AI Global di Konferensi Dunia 2026
BeritaNasional.com - Indonesia mengambil posisi strategis dalam teknologi dunia dengan menjadi salah satu dari 29 negara pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO).
Peresmian bersejarah ini ditandai melalui prosesi penandatanganan yang berlangsung di Shanghai, China, Kamis (16/7/2026).
Dalam perhelatan bergengsi di Konferensi AI Dunia 2026 tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memimpin langsung delegasi Pemerintah Indonesia dengan didampingi oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Angga Raka Prabowo.
Sebagai organisasi internasional antar-pemerintah yang bersifat independen dan non-profit, WAICO berdiri di bawah kerangka kerja PBB.
Tujuannya sangat mulia, yaitu mempromosikan inovasi Kecerdasan Artifisial (AI) serta mendorong penerapan prinsip "AI for good and for all" di seluruh penjuru dunia.
Acara penandatanganan ini pun dihadiri langsung oleh Sekretaris Jenderal PBB António Guterres sebagai bentuk dukungan nyata dari dunia internasional.
Siapa Saja Negara Pendiri WAICO?
Indonesia bergabung bersama 28 negara lintas benua lainnya untuk merumuskan masa depan teknologi masa kini. Negara-negara pendiri tersebut meliputi:
- Algeria, Belarus, Brasil, Kamboja, Kamerun, Kongo, Kuba, dan Etiopia.
- Indonesia, Kazakhstan, Kenya, Kirgistan, Laos, Lesotho, Malaysia, dan Mozambik.
- Myanmar, Nikaragua, Oman, Pakistan, Rusia, Senegal, Serbia, dan Afrika Selatan.
- Tajikistan, Uzbekistan, Venezuela, Zambia, serta Tiongkok selaku tuan rumah.
Langkah ini diproyeksikan akan memberikan suntikan energi baru bagi upaya pemerintah dalam menggenjot sektor ekonomi digital sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
Pemerintah Indonesia bertekad memanfaatkan momentum Shanghai ini untuk mempercepat transformasi digital sekaligus menarik investasi masuk ke sektor-sektor industri yang bernilai tambah tinggi.
Melalui WAICO, kerja sama internasional akan diprioritaskan untuk mendongkrak kapasitas teknologi, menyetarakan akses layanan AI, menyelaraskan strategi etika AI, hingga membuka ekosistem yang inklusif dan adil bagi semua pihak.
"Keikutsertaan Indonesia dalam WAICO merupakan momentum strategis untuk memperkuat tata kelola AI nasional yang selaras dengan praktik terbaik internasional, sekaligus membuka ruang kolaborasi lintas negara dalam perkembangan ekosistem AI yang inklusif dan bertanggung jawab," tegas Wamenkomdigi Angga Raka Prabowo melalui keterangan resminya pada Jumat (17/7/2026).
Setelah penandatanganan piagam pendirian, agenda dilanjutkan dengan sesi persiapan informal pada Jumat (17/7/2026) yang dipimpin langsung oleh Wamen Angga Raka Prabowo.
Pertemuan ini juga didampingi oleh Direktur Kecerdasan Artifisial dan Ekosistem Teknologi Baru Kemkomdigi Aju Widya Sari serta pihak KBRI Beijing untuk membahas rangkaian agenda bilateral strategis berikutnya.
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







