Pemimpin Tertinggi Iran: Pelanggaran MoU Damai, Bukti Tanda Tangan Trump Tak Bernilai

Oleh: Dyah Ratna Meta Novia
Minggu, 19 Juli 2026 | 11:44 WIB
Mojtaba Khamenei, anak Ayatollah Ali Khamenei sekaligus Pemimpin Tertinggi Iran. (BeritaNasional/X IRGC)
Mojtaba Khamenei, anak Ayatollah Ali Khamenei sekaligus Pemimpin Tertinggi Iran. (BeritaNasional/X IRGC)

BeritaNasional.com - Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei  mengatakan, pelanggaran Amerika Serikat (AS) terhadap nota kesepahaman (MoU) perdamaian yang baru-baru ini ditandatangani dengan Iran, hanya membuktikan kalau tanda tangan Presiden AS Donald Trump tidak bernilai dan tidak sah. Sebab AS terus melakukan pelanggaran MoU damai.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah pesan kepada rakyat Iran yang disiarkan oleh media Iran, yang di dalamnya dia membahas berbagai isu penting negara itu.

Khamenei mengatakan, pelanggaran berulang yang dilakukan AS terhadap MoU tersebut, yang ditandatangani Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Trump pada 18 Juni, sekali lagi membuktikan kepada semua orang fakta tentang betapa tidak bernilai dan tidak sahnya tanda tangan Presiden AS.

"AS kembali menunjukkan wajah aslinya yang tanpa kedok," katanya.

"AS sifatnya yang tidak masuk akal, sangat tidak bisa dipercaya, dan jahat," tambahnya.

Khamenei memperingatkan, kalau AS terus melakukan apa yang dia sebut sebagai tindakan mengobarkan perang dan berupaya memberikan konsekuensi yang lebih berat, maka mereka harus bersiap menghadapi pelajaran hebat dari Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan meskipun terdapat MoU, yang berdasarkan kesepakatan itu.

AS dan Iran diharapkan untuk menggelar perundingan dalam waktu 60 hari guna mencapai kesepakatan final. Namun kini mereka malah saling serang kembali.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: