Daya Tarik Invesitasi Indonesia Masih Cukup Terjaga

Oleh: Dyah Ratna Meta Novia
Minggu, 19 Juli 2026 | 19:00 WIB
Investasi Indonesia masih menarik (Foto/Pixabay)
Investasi Indonesia masih menarik (Foto/Pixabay)

BeritaNasional.com - Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M Rizal Taufikurahman mengatakan, realisasi investasi pada semester I 2026 menunjukkan daya tarik investasi Indonesia masih cukup terjaga di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Berdasarkan laporan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, realisasi investasi pada periode tersebut telah mencapai Rp1.010,6 triliun atau sekitar 49,5 persen dari target tahun ini.

“Namun, tantangan pada semester II bukan lagi menarik komitmen investasi. Namun memastikan investasi tersebut segera direalisasikan menjadi proyek yang produktif,” kata Rizal.

Menurutnya, pemerintah perlu mempercepat eksekusi proyek melalui penyederhanaan perizinan, kepastian regulasi, percepatan pembangunan infrastruktur, juga penyelesaian berbagai hambatan di lapangan.

“Berarti, investasi tidak hanya tinggi secara nominal. Namun juga mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kapasitas produksi nasional,” kata dia.

Rizal mengatakan, iklim investasi Indonesia masih memiliki ketahanan yang relatif baik karena ditopang oleh besarnya pasar domestik, agenda hilirisasi. Juga stabilitas ekonomi makro yang tetap terjaga.

Namun, investor pada semester II diperkirakan akan lebih selektif seiring tingginya ketidakpastian global, tensi geopolitik, dan biaya pendanaan yang masih tinggi.

Kondisi tersebut membuat investasi cenderung mengalir ke sektor-sektor yang menawarkan kepastian keuntungan dan nilai tambah tinggi, seperti hilirisasi mineral, manufaktur, ekonomi digital, pusat data, energi, juga logistik.

“Dengan demikian, konsistensi kebijakan menjadi faktor kunci agar Indonesia tetap kompetitif dibandingkan negara tujuan investasi lainnya di kawasan,” ujar Rizal.


Sumber: Antarasinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: