Prabowo Akui Banyak Masalah, Gejolak hingga Kenyataan Pahit jelang 2 Tahun Pemerintahan

Oleh: Ahda Bayhaqi
Senin, 20 Juli 2026 | 17:03 WIB
Presiden Prabowo Subianto di  Sidang Kabinet Paripurna di Istana, Jakarta, Senin (20/7/2026). (BeritaNasional/YT Setpres)
Presiden Prabowo Subianto di Sidang Kabinet Paripurna di Istana, Jakarta, Senin (20/7/2026). (BeritaNasional/YT Setpres)

BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto menggelar Sidang Kabinet Paripurna di Istana, Jakarta, Senin (20/7/2026). Prabowo menjelaskan, Sidang Kabinet Paripurna digelar sebagai evaluasi kinerja pemerintahannya dan menurutnya, pemerintah telah bekerja keras dan cepat di tengah banyaknya masalah, gejolak global, hingga kenyataan pahit yang harus dihadapi.

"Hari ini saya sengaja melaksanakan Sidang Kabinet Paripurna pertengahan tahun 2026 menjelang 17 Agustus 2026, di mana sudah secara tradisi Presiden Republik Indonesia menyampaikan sambutan beberapa hari sebelum 17 Agustus untuk menyampaikan kepada seluruh bangsa dan negara apa yang sudah dikerjakan selama satu tahun kerja itu. Ini juga adalah kurang-lebih 20 bulan kita menjalankan mandat dari rakyat di tahap tahun kedua. Tanpa terasa waktu berjalan sangat cepat," ujar Prabowo.

"Saudara-saudara, tentunya kita laksanakan Kabinet Paripurna ini untuk kita evaluasi apa yang sudah kita kerjakan," tegasnya.

Prabowo mengatakan, dalam dua tahun kepemimpinannya telah bekerja sangat keras dan sangat cepat. Ia mengatakan, banyak hal yang telah dicapai selama dua tahun pertama.

"Dan saudara-saudara, saya kira tidak hanya saudara-saudara, tapi saya sendiri, di tahun-tahun ini menjelang kita dua tahun, kita telah bekerja dengan sangat keras dan sangat padat dan sangat cepat. Kadang-kadang dengan kita bekerja sangat keras, dengan kita bekerja sangat padat, kita sendiri tidak terlalu menyadari berapa banyak yang telah kita capai dalam dua tahun pertama kita," ujarnya.

Prabowo mengatakan, masalah bangsa sangat besar karena menghadapi kondisi dunia yang penuh gejolak. Serta banyak kenyataan pahit yang harus diakui merupakan tantangan bersama.

Ia kemudian menegaskan, tidak ada maksud untuk membanding-bandingkan antar pemerintahnya sebelumnya.

"Kita tidak bermaksud untuk mencari kesalahan, kita tidak bermaksud untuk membanding-bandingkan. Tiap masa ada pemerintahannya, tiap pemerintah ada masanya, tiap masa ada pemimpinnya, tiap pemimpin punya masanya," ucap Presiden.

"Kita tidak bermaksud, tetapi kita sebagai anak bangsa, kita sebagai unsur pimpinan—dan kita semua di sini adalah unsur pimpinan; kita di sini pemimpin politik, pemimpin teknokrat, pemimpin budaya, pemimpin masyarakat—dan kita diberi mandat oleh rakyat untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah. Jadi kita tidak boleh takut dengan masalah, kita tidak boleh takut dengan kesulitan, kita tidak boleh takut dengan kekurangan," tegas Prabowo.

 sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: