Prabowo Percepat Digitalisasi Pendidikan, Indonesia Raih Penghargaan Tertinggi PBB

Oleh: Tim Redaksi
Senin, 20 Juli 2026 | 20:35 WIB
Presiden Prabowo Subianto. (Foto/BPMI)
Presiden Prabowo Subianto. (Foto/BPMI)

BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat transformasi pendidikan nasional melalui digitalisasi pembelajaran sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Hal tersebut disampaikan Presiden dalam taklimat pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Prabowo mengatakan, digitalisasi pendidikan menjadi salah satu solusi untuk mengatasi berbagai tantangan pendidikan di Indonesia, terutama karena luasnya wilayah dan banyaknya sekolah yang berada di daerah terpencil.

“Kita paham bahwa pendidikan kita banyak ketertinggalan, negara kita sangat besar, luas. Kita memiliki lebih dari 288 ribu sekolah, banyak di tempat terpencil, salah satu upaya kita adalah digitalisasi pendidikan,” ujar Prabowo.

Menurut Kepala Negara, upaya transformasi digital di sektor pendidikan tersebut juga telah mendapat pengakuan internasional. Indonesia baru saja menerima penghargaan tertinggi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui International Telecommunication Union (ITU) dalam kategori e-government dan digitalisasi pendidikan.

“Penghargaan dari PBB ini membuktikan digitalisasi pendidikan kita diakui dunia. Kita melompat, kita melompat saudara-saudara. Kita tidak cepat puas, perjalanan masih jauh, tapi kita ingin memperbaiki semua sekolah kita. Tahun ini kita akan selesai 77 ribu sekolah renovasi, tahun depan target kita 100 ribu, tahun 2028 100 ribu. Kita berharap di 2029 seluruh sekolah Indonesia sudah direnovasi,” imbuh dia.

Selain mempercepat digitalisasi, pemerintah juga terus melakukan pemerataan infrastruktur pendidikan melalui program renovasi sekolah. Presiden menargetkan seluruh sekolah di Indonesia telah direnovasi pada 2029.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah mendistribusikan satu unit interactive flat panel atau layar pintar ke setiap sekolah pada tahun lalu. Program tersebut akan diperluas dengan penambahan tiga unit lagi untuk setiap sekolah pada tahun ini.

"Kita sudah membagi interaktif flat panel, layar pinter di seluruh sekolah Indonesia, satu per sekolah tahun lalu sudah kita bagikan. Tahun ini kita akan tambah tiga plus per sekolah. Saya harapkan di akhir 2026 akan sudah tersampaikan, terkirim kurang lebih tambahan 700 ribu panel pinter atau smart digital panel di seluruh sekolah Indonesia. Akhir Desember 2026 atau semester pertama 2027," ungkap Presiden Prabowo.

Presiden menambahkan, digitalisasi pendidikan juga diperkuat melalui pengembangan platform Rumah Pendidikan yang terintegrasi dengan penggunaan layar pintar di sekolah-sekolah.

“Bahwa kita punya apps yang dilaksanakan oleh Menteri Dikdasmen, rumah pendidikan, portal terintegrasi dengan interaktif flat panel yang kita bagikan telah digunakan oleh lebih dari 6,9 juta pengguna. Menyediakan 4.843 sumber belajar gratis dan membantu ratusan ribu guru di daerah tertinggal, terdepan dan terluar,” pungkas Presiden Prabowo.

Pemerintah berharap percepatan digitalisasi pembelajaran yang didukung pemerataan infrastruktur pendidikan dapat memastikan seluruh anak Indonesia, termasuk yang berada di daerah tertinggal, memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan berkualitas sebagai fondasi menuju Indonesia yang maju, berdaya saing, dan berkeadilan.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: