Prabowo Rampungkan 110 Masalah Strategis dalam 18 Bulan Pemerintahan

Oleh: Kiswondari
Senin, 20 Juli 2026 | 17:47 WIB
Presiden Prabowo Subianto di Sidang Kabinet Paripurna di Istana, Jakarta, Senin (20/7/2026). (BeritaNasional/BPMI Setpres)
Presiden Prabowo Subianto di Sidang Kabinet Paripurna di Istana, Jakarta, Senin (20/7/2026). (BeritaNasional/BPMI Setpres)

BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperbaiki tata kelola perekonomian nasional dengan menutup berbagai praktik yang menyebabkan kebocoran kekayaan negara. Bahkan, ia bangga karena telah merampungkan 110 masalah strategis yang tidak bisa diselesaikan selama bertahun-tahun, dalam waktu 18 bulan pemerintahannya.

Mengawali taklimatnya di Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Kepala Negara mengatakan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan praktik-praktik yang merugikan kepentingan nasional terus berlangsung karena berdampak langsung terhadap kesejahteraan rakyat.

“Terjadi suatu distorsi terhadap perekonomian kita, telah terjadi mengalir keluar kekayaan kita secara signifikan ribuan triliun, ratusan miliar dolar tiap tahun dengan praktik-praktik underinvoicing, pemalsuan laporan, underinvoicing adalah pemalsuan laporan perdagangan. Praktik-praktik transfer pricing, praktik-praktik penyelundupan, hal-hal yang sesungguhnya sungguh tidak masuk akal dan sesungguhnya tidak adil bagi bangsa kita,” kata Prabowo, Senin (20/7/2026).

Presiden menegaskan bahwa temuan tersebut bukan semata-mata berasal dari data pemerintah, melainkan juga didukung oleh berbagai lembaga internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Menurut Kepala Negara, kondisi tersebut telah lama dipahami oleh para pelaku ekonomi, baik di dalam maupun luar negeri.

“Ini bukan data dari kita, ini data internasional, ini data dari lembaga-lembaga internasional, ini data dari PBB di antaranya. Tapi seluruh bangsa sudah merasakan, semua pelaku ekonomi sudah mengerti hal ini, di dalam negeri dan di luar negeri semua tahu. Negara penghasil kelapa sawit terbesar di dunia sempat berminggu-minggu hilang minyak goreng, sesuatu yang tidak masuk di akal,” bebernya.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Prabowo menegaskan, pemerintah memperoleh mandat dari rakyat untuk menyelesaikan berbagai persoalan strategis yang selama ini menghambat kemajuan bangsa. Karena itu, ia menyebut berbagai langkah pembenahan terus dilakukan secara konsisten di berbagai sektor.

“Kita dihadapi dengan masalah yang sangat besar, dengan masalah yang vital, kalau ini kita biarkan, kalau kebocoran ratusan miliar dolar kekayaan Indonesia dibiarkan terus keluar, kita bisa bayangkan nasib bangsa kita seperti apa,” tegas Presiden.

Selain itu, Kepala Negara juga menyampaikan bahwa selama 18 bulan masa pemerintahannya, ratusan persoalan strategis yang selama bertahun-tahun belum terselesaikan mulai menunjukkan kemajuan. Bahkan, pemerintah telah berhasil menyelesaikan lebih dari seratus persoalan penting dalam kurun waktu tersebut.

“Saya ingatkan kita diberi mandat untuk menyelesaikan masalah, dan seharusnya kita bangga bahwa ternyata dalam kurun waktu ini telah banyak masalah dan kesulitan yang telah kita selesaikan. Mungkin hitungan kita terakhir lebih dari 108 masalah, 110 masalah yang kita selesaikan dalam satu tahun lebih, 18 bulan pemerintahan kita,” ungkap Prabowo yang juga Ketua Umum Partai Gerindra itu.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: