Jelang Pergantian Tahun, Ini Prediksi Pakar Ekonomi Terhadap Harga Emas

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Kamis, 06 November 2025 | 13:42 WIB
Investasi emas (Foto/Pixabay)
Investasi emas (Foto/Pixabay)

BeritaNasional.com -  Kepastian kondisi ekonomi dan geopolitik dunia sangat berpengaruh terhadap harga emas. Harga emas yang tidak menentu dan cenderung meroket tahun ini diharapkan tidak terjadi di tahun mendatang.

Chief Economist Citibank NA Indonesia Helmi Arman memprediksi, investasi emas menurun tahun depan bila kondisi perekonomian dan geopolitik global membaik.

Penguatan ekonomi Amerika Serikat dan China berpotensi mendorong investor beralih dari emas ke aset-aset lain seperti saham dan properti.

"Kalau memang tahun depan perekonomian Amerika Serikat pulihnya cepat dan juga perekonomian China juga ikut terangkat, maka akan ada pesaing-pesaing baru untuk emas dari sisi instrumen keuangan," terangnya di Jakarta, kemarin.

Dalam beberapa tahun terakhir, sambungnya sekitar 80%  permintaan emas berasal dari kegiatan investasi. Sedangkan 20% lainnya digunakan untuk kebutuhan industri.

Kemudian ia mengungkapkan salah satu pembeli terbesar instrumen investasi emas yakni bank sentral negara berkembang yang cenderung meningkatkan cadangan emasnya akibat geopolitik yang tegang dan dinamika kebijakan perdagangan Amerika Serikat.

Namun, jika tensi geopolitik mereda dan prospek ekonomi membaik, permintaan emas untuk investasi, baik dari institusi maupun rumah tangga, bakal melambat.

Helmi menyatakan, permintaan emas bagi konsumen rumah tangga di Asia, terutama China dan India, menjadi pendorong utama penjualan emas global.

Saat pasar properti dan keuangan di dua negara itu kembali pulih, maka minat masyarakat untuk membeli emas pun menurun, kata dia.

"Di China, semenjak sektor propertinya lemah, demand (permintaan) rumah tangga untuk emas jadi meningkat,"kata dia.

Helmi memperkirakan harga logam dasar, seperti tembaga, nikel, dan aluminium, juga berpotensi meningkat tahun depan, mengingat ekonomi global yang pulih kembali akan mendorong aktivitas industri dan infrastruktur yang membutuhkan logam-logam tersebut. (Antara)sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: