Letusan Gunung Semeru dari Masa ke Masa, 2025 Catat Sejarah Baru
BeritaNasional.com - Pada Rabu (19/11/2025) pukul 17.00 WIB, Gunung Semeru ditetapkan status Awas (Level IV) dari sebelumnya Siaga (Level III), menyusul erupsi yang terjadi beberapa kali dengan jarak luncur yang lebih jauh dari erupsi sebelumnya. Sekitar pukul 16.00 WIB, jarak luncur awan panas saat erupsi melebihi 14 km, larangan beraktivitas pada jarak 20 km dari pusat letusan pun diberlakukan.
Dan tahun 2025 ini, Magma Indonesia mencatat Gunung Semeru sebagai gunung dengan jumlah letusan tertinggi di Indonesia yang mencapai 2.802 pada Rabu (19/11/2025) pukul 16.00 WIB.
Sebagai salah satu gunung api yang aktif di Indonesia, gunung dengan ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut itu telah beberapa kali mengalami letusan yang cukup besar, sehingga berdampak pada lingkungan sekitarnya. Kapan saja letusan Gunung Semeru, simak ulasannya yang dikutip dari berbagai sumber, Kamis (20/11/2025).
Letusan 1800-an
Catatan letusan pertama Gunung Semeru yang terekam diperkirakan terjadi pada 8 November 1818. Pada rentang 1829-1878 juga terjadi beberapa kali letusan hingga tahun 1913 tetapi tidak banyak informasi yang terdokumentasikan. Letusan itu konon terjadi pada tahun 1829, 1830, 1832, 1836, 1838, 1842, 1844, 1845, 1848, 1851, 1856, 1857, 1860, 1864, 1867, 1872, 1877, dan 1878. Bahkan Semeru kembali meletus tahun 1884 hingga 1899.
Letusan 1900-an
Pada 1941-1942, terekam aktivitas vulkanik Gunung Semeru dengan durasi panjang. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan, leleran lava terjadi pada periode 21 September 1941 hingga Februari 1942. Saat itu, letusan sampai di lereng sebelah timur dengan ketinggian 1.400 hingga 1.775 meter. Bahkan material vulkanik juga menimbun pos pengairan Bantengan.
Sejumlah aktivitas Gunung Merapi vulkanik juga tercatat beruntun pada 1945, 1946, 1947, 1950. Lalu kembali meletus lagi secara berurutan dari tahun 1951 hingga 1961 dan tahun 1963. Letusan beruntun kembali terjadi dari tahun 1967-1969 dan tahun 1972-1990. Letusan berikutnya disusul pada tahun 1992 dan 1994. Letusan pada tahun 1994 terbilang mengerikan karena memakan korban jiwa sebanyak 7 orang serta orang hanyut terbawa oleh lahar.
Pada 1 Desember 1977, guguran lava menghasilkan awan panas guguran dengan jarak hingga 10 km di Besuk Kembar. Volume endapan material vulkanik yang teramati mencapai 6,4 juta meter kubik. Awan panas juga mengarah ke wilayah Besuk Kobokan. Saat itu, sawah, jembatan dan rumah warga rusak. Aktivitas vulkanik berlanjut dan tercatat pada 1978–1989.
Pada 2 Februari 1994, tercatat ada sembilan kali letusan Gunung Semeru. Letusan ini mengakibatkan munculnya asap putih tebal dengan ketinggian mencapai 500 meter. Selain asap putih, terjadi 34 kali guguran lava ke arah Besuk Kembar sejauh 1 km. Erupsi Gunung Semeru menelan korban jiwa sebanyak 7 orang yang hanyut terbawa lahar.
Letusan 2000-an
PVMBG juga mencatat aktivitas vulkanik Gunung Semeru pada 1990, 1992, 1994, 2002, 2004, 2005, 2007 dan 2008. Pada 2008, tercatat beberapa kali erupsi, yaitu pada rentang 15-22 Mei 2008. Teramati pada 22 Mei 2008, empat kali guguran awan panas yang mengarah ke wilayah Besuk Kobokan dengan jarak luncur 2.500 meter.
Pada 12 Juni 2006, Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak Surabaya, mencatat gempa vulkanik dengan kekuatan 1,8 Skala Richter (SR) akibat aktivitas Gunung Semeru (3.676 mdpl).
Pada 1 Desember 2020, Gunung Semeru mengalami letusan yang diikuti guguran awan panas dari puncak. Adapun jarak luncur guguran awan panas ini mencapai 2-11 kilometer.
Letusan 2021
Hingga 4 Desember 2021 sekitar pukul 15.10 WIB, Gunung Semeru meletus dan mengeluarkan guguran awan panas mengarah ke Besuk Kobokan, Desa Sapiturang, Kecamatan Pronojiwo. Guguran lava melaju dengan jarak luncur 500-800 meter, dengan pusat guguran 500 meter di bawah kawah. Sedangkan, gempa vulkanik yang berkaitan dengan letusan, guguran dan hembusan asap kawah telah terjadi sebanyak 54 kali gempa letusan, empat kali gempa guguran, dan 18 kali gempa hembusan.
Dalam bencana ini, sekitar 57 orang tewas, 104 orang lainnya luka-luka, dan 23 orang lainnya belum diketahui keberadaannya. Lebih dari 10.000 orang mengungsi, dan 1.027 rumah, 43 fasilitas umum dan dua jembatan ikut terdampak.
Letusan 2022
Hujan monsun pada tahun 2022 menyebabkan runtuhnya kubah lava, Gunung Semeru pun kembali meletus pada tanggal 4 Desember 2022 dengan aliran piroklastik sepanjang 12 km (7,5 mil), gempa piroklastik dan 13 gempa letusan.
Letusan 2025
Tahun 2025, Gunung Semeru mencatatkan rekor sebagai gunung yang meletus paling sering di Indonesia. Berdasarkan laman Magma Indonesia, tercatat sudah 2.802 letusan, disusu Gunung Ibu dengan 2.529 letusan, serta Gunung Lewotobi Laki-laki sebanyak 702 letusan.
Pada 19 November 2025, pukul 16:00 WIB, Gunung Semeru mengalami erupsi dengan luncuran awan panas mencapai ketinggian 14 kilometer sehingga dinaikkan statusnya jadi Siaga (Level III). Kepala BPBD Jawa Timur Gatot Subroto melaporkan bahwa kolom abu pekat membumbung tinggi dengan warna kelabu kehitaman dan intensitas sangat tebal. Abu vulkanik tersebut mengarah ke Barat Laut hingga Utara, mengakibatkan langit gelap di beberapa wilayah Kabupaten Lumajang seperti Pronojiwo dan Candipuro.
Pada pukul 17.00 WIB, status Gunung Semeru kembali dinaikkan menjadi Waspada (Level IV) setelah aktivitas Gunung Semeru memperlihatkan bahwa aktivitas erupsi dan guguran lava masih terjadi, namun secara visual jarang teramati karena terkendala dengan kondisi cuaca.
"Dalam periode ini, jumlah gempa yang terekam menunjukkan bahwa aktivitas kegempaan di Gunung Semeru masih tinggi, terutama gempa Letusan, Guguran dan Harmonik. Terjadi peningkatan kejadian Gempa Guguran dan berkorelasi dengan pengamatan visual, yang teramati bahwa kejadian guguran lava pijar semakin intensif terjadi ke arah Besuk Kobokan," kata Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (19/11/2025) malam.
Demikian ulasan tentang letusan Gunung Merapi, semoga informasi ini bermanfaat dan semoga seluruh warga sekitar Gunung Semeru aman dan selamat.

PERISTIWA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 20 jam yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu







