Mengapa 23 November Disebut Hari Kacang Mete Nasional? Ini Sejarahnya

Oleh: Tim Redaksi
Minggu, 23 November 2025 | 09:08 WIB
Ilustrasi kacang mete. (Foto/Freepik)
Ilustrasi kacang mete. (Foto/Freepik)

BeritaNasional.com -  Setiap tanggal 23 November, masyarakat di Amerika Serikat merayakan Hari Kacang Mete Nasional, sebuah peringatan yang didedikasikan untuk mengapresiasi kacang mete sebagai salah satu bahan pangan paling serbaguna di dunia.

Kacang berbentuk ginjal ini tidak hanya digemari di Amerika, tetapi juga populer secara global berkat teksturnya yang renyah, rasanya yang gurih, serta penggunaannya yang luas dalam masakan dan camilan.

Asal Usul dan Penyebaran Kacang Mete di Dunia

Nama “kacang mete” berasal dari kata Portugis caju, yang diambil dari bahasa Tupian acajú, yang berarti “kacang yang menghasilkan dirinya sendiri”.

Tanaman mete pertama kali dikenal oleh bangsa Eropa pada tahun 1558 ketika mereka menemukan pohonnya di Brasil. Namun pada awalnya, kacang mete dianggap tidak dapat dimakan karena kulit luarnya mengandung asam anakardat yang dapat menyebabkan iritasi.

Suku Indian Tupi, penduduk asli Brasil, kemudian memperkenalkan cara mengolah mete dengan memanggang bijinya untuk menghilangkan zat berbahaya tersebut. Mereka juga menunjukkan bahwa daging buah mete dapat diolah, bahkan difermentasi menjadi minuman.

Popularitas kacang mete semakin meluas ketika para misionaris Portugis membawa bibit mete ke Goa, India, pada tahun 1560.

Iklim tropis India terbukti ideal untuk budidaya mete hingga komoditas ini menjadi bagian penting dalam kuliner dan pengobatan tradisional. Dari India, kacang mete menyebar cepat ke Asia Tenggara dan Afrika.

Kacang mete baru tiba di Amerika Serikat pada tahun 1905. Penyebarannya meningkat pesat setelah General Food Corporation mulai mengimpor mete secara rutin pada 1920-an.

Pada tahun 1941, permintaan mete melonjak drastis, dengan lebih dari 22 ribu ton kacang mete diimpor setiap tahun.

Makna dan Pentingnya Peringatan

Hari Kacang Mete Nasional bukan hanya perayaan kuliner, tetapi juga bentuk penghargaan terhadap sejarah panjang kacang mete dalam perdagangan global dan budaya pangan.

Mete dikenal kaya akan mineral, vitamin, dan antioksidan, sehingga banyak digunakan dalam berbagai hidangan mulai dari sup, saus, dessert, hingga salad.

Selain bijinya yang populer sebagai camilan, hampir seluruh bagian tanaman mete memiliki nilai guna: buahnya dapat diolah menjadi jus atau anggur, minyaknya digunakan untuk bahan industri, sementara kayunya bermanfaat dalam pengobatan tradisional.

Peringatan ini menjadi momentum untuk mengingat bagaimana satu jenis kacang dapat memengaruhi sejarah kuliner, ekonomi, serta kebiasaan makan masyarakat di berbagai belahan dunia.

(Rep/Sisilia)sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: