Peristiwa 3 Desember: Terobosan Medis Dunia yang Selamatkan Banyak Nyawa
BeritaNasional.com - Tanggal 3 Desember tidak hanya diperingati sebagai hari perayaan tertentu, tapi juga menyimpan sejarah yang menyelamatkan banyak umat manusia hari ini. Dalam dunia kedokteran, 3 Desember juga ditandai sebagai hari revolusioner dalam sejarah perkembangan ilmu kedokteran, yang mana untuk pertama kalinya operasi transplantasi jantung manusia dilakukan pada 1967 dengan keberhasilan yang mengejutkan dunia.
Seperti apa cerita lengkapnya? Berikut adalah sejarah 3 Desember tentang terobosan dunia kedokteran dalam transplantasi jantung manusia, yang dilansir BeritaNasional dari berbagai sumber, Rabu (3/12/2025).
Peristiwa 3 Desember 1967
Sebelum terjadinya operasi bersejarah itu, dunia medis telah lama mencari cara menyelamatkan pasien dengan kerusakan jantung kronis. Pada awal abad ke-20, penyakit jantung menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di banyak negara. Perkembangan obat-obatan saat itu pun belum mampu menolong pasien yang sudah berada pada tahap akhir gagal jantung.
Pada 1940–1960, para peneliti mulai melakukan berbagai percobaan transplantasi organ pada hewan untuk memahami bagaimana tubuh bereaksi terhadap organ asing. Dan kendala terbesar adalah penolakan organ, yaitu respons alami tubuh yang menyerang organ baru seolah-olah musuh. Karena itu, banyak prosedur gagal hanya dalam hitungan jam atau hari.
Ketika mesin jantung dan paru ditemukan dan ilmu imunologi berkembang pesat pada era 1960-an, peluang transplantasi organ mulai terlihat. Dunia medis juga mulai memahami pentingnya mengelola sistem kekebalan tubuh melalui obat penekan imun, meski obat generasi awal masih memiliki efek samping yang sangat berat.
Di sinilah kebutuhan akan inovasi kedokteran semakin mendesak. Semakin banyak pasien jantung kritis yang tidak memiliki kesempatan bertahan hidup tanpa solusi baru. Perpaduan antara perkembangan ilmu medis, kebutuhan pasien, dan keberanian para peneliti inilah yang menjadi fondasi untuk dilakukannya transplantasi jantung pertama pada manusia.
Pada pertengahan 1960-an, dr. Christiaan Barnard mulai dikenal luas karena keberhasilannya melakukan operasi jantung terbuka. Ia pun melakukan studi lanjutan di Amerika Serikat, tempat penelitian transplantasi organ mulai berkembang. Barnard mempelajari berbagai teknik transplantasi eksperimental dan membawa pulang pengalaman itu ke Afrika Selatan.
Pada 2 Desember 1967, ketika Denise Darvall dinyatakan meninggal akibat kecelakaan, Barnard melihat peluang untuk melakukan operasi yang selama ini hanya ada dalam teori. Dengan persetujuan keluarga Darvall, proses persiapan dilakukan secara cepat namun teliti. Lalu pasien yang beruntung itu adalah Washkansky. Ia dipilih karena tekad kuatnya hidup, meskipun dokter menilai peluangnya kecil.
Keesokan harinya, tepat 3 Desember 1967, Barnard dan timnya memulai operasi transplantasi jantung pertama di dunia, yang bertempat di Groote Schuur Hospital, Cape Town. Prosedur ini tentu saja menjadi tontonan ilmiah dunia, meski berlangsung secara tertutup. Ketika jantung donor milik Darvall berhasil menyatu dan mulai berdetak di tubuh Washkansky, Barnard menyadari bahwa ia baru saja mencatat sejarah baru.
Setelah operasi ini, berbagai negara di Eropa dan Amerika mulai mencoba transplantasi jantung. Teknologi berkembang cepat, termasuk penggunaan obat imunosupresan yang lebih aman seperti siklosporin pada 1980-an yang kemudian membuat angka keberhasilan transplantasi meningkat tajam. Hingga kini, ribuan operasi dilakukan setiap tahun, dan semuanya berawal dari langkah berani Barnard dan timnya pada 1967.
Barnard pun langsung menjadi dokter paling terkenal di dunia selama bertahun-tahun, bahkan sempat tampil di sampul majalah Time. Setelah transplantasi pertama, prosedur serupa juga dilakukan di lebih dari 100 rumah sakit dalam waktu dua tahun.
Merasa tak puas, Barnard pun melakukan percobaan transplantasi jantung hewan ke manusia (xenotransplant), meski hasilnya tidak bertahan lama.
Demikian sejarah tentang peristiwa tanggal 3 Desember yang mengguncang dunia kedokteran, dan banyak menyelamatkan nyawa manusia hingga hari ini.
(Rep/Novia Amelia)
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 23 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu




