Hadapi Kemarau Panjang, Prabowo Ajak Daerah Belajar dari Kisah Nabi Yusuf

Oleh: Lydia Fransisca
Selasa, 16 Desember 2025 | 18:42 WIB
Presiden Prabowo Subianto memberikan pengarahan kepada seluruh kepala daerah Papua dan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan (KEPP) Otonomi Khusus (Otsus) Papua. (Foto/YouTube Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto memberikan pengarahan kepada seluruh kepala daerah Papua dan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan (KEPP) Otonomi Khusus (Otsus) Papua. (Foto/YouTube Sekretariat Presiden)

BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto memberikan pengarahan kepada seluruh kepala daerah Papua dan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan (KEPP) Otonomi Khusus (Otsus) Papua pada Selasa (16/12/2025). Ia pun menyinggung soal ajaran Nabi Yusuf terkait kemarau panjang hingga tujuh tahun lamanya. 

Mulanya, Prabowo mengatakan bahwa swasembada pangan harus terjadi hingga di tingkat kabupaten. Menurutnya, hal itu dapat menjamin produksi pangan bangsa Indonesia.

"Ini adalah pelajaran nenek moyang kita. Tanyalah kepada kakek-kakek kita dulu ada lumbung desa. Kita akan lakukan itu, kita akan membantu saudara-saudara supaya setiap kabupaten bisa swasembada pangan," kata Prabowo di Istana Negara Jakarta.

Prabowo berujar, lumbung pangan itu dibuat untuk berjaga-jaga saat kekeringan itu tiba.

"Jadi kita tidak usah terlalu pintar, belajar saja dari nenek moyang kita kenapa dulu ada lumbung desa. Kita harus siap untuk kemungkinan yang paling jelek," ujar Prabowo.

Lantas, Kepala Negara menyinggung soal ajaran Nabi Yusuf terkait kerja keras selama tujuh tahun untuk mempersiapkan tujuh tahun kekeringan.

"Itu pelajaran saya kira pelajaran nenek moyang kita, saya kira ada di buku-buku agama. Tujuh tahun baik dan tujuh tahun paceklik ya, tujuh tahun dan tidak baik," ucap Prabowo.

Maka dari itu, dia menekankan bahwa bangsa Indonesia juga perlu melakukan persiapan yang terbaik agar bisa siap bila hal terburuk terjadi.

"Pada saat tujuh tahun baik kita persiapan, nanti ada tujuh tahun tidak baik, kita siap. Alam juga harus kita hadapi dengan baik," tandasnya.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: