Gerindra Minta Publik Tak Berspekulasi Hubungan Prabowo dan Gibran

Oleh: Ahda Bayhaqi
Rabu, 22 Juli 2026 | 11:45 WIB
Presiden Prabowo Subianto di Sidang Kabinet Paripurna di Istana. (BeritaNasional/BPMI Setpres)
Presiden Prabowo Subianto di Sidang Kabinet Paripurna di Istana. (BeritaNasional/BPMI Setpres)

BeritaNasional.com -  Ketua DPP Gerindra Bambang Haryadi menegaskan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saling melengkapi. Ia meminta hubungan Prabowo dan Gibran jangan didramatisir.

Bambang menanggapi ramai posisi duduk Gibran yang disorot saat Sidang Kabinet Paripurna karena tidak bersebelahan dengan presiden. Ia mendapat penjelasan bahwa hal ini sebagai kebutuhan teknis saja dan hubungan keduanya disebut baik-baik saja.

"Pak Presiden Prabowo dan Mas Wapres Gibran saling melengkapi dalam bekerja. Keduanya selalu kompak," ujar Bambang, Rabu (22/7/2026).

Prabowo, kata Bambang, selama ini memberikan ruang kepada Gibran untuk bekerja. Ia mencontohkan Gibran yang kerap berkeliling menyerap aspirasi masyarakat.

"Mas Gibran berkeliling ke daerah-daerah untuk mengecek program pemerintah telah berjalan sesuai atau masih perlu perbaikan dan menyerap aspirasi masyarakat, mewakili Presiden. Itu bentuk kekompakan yang nyata antara Pak Presiden dengan Mas Wapres," ucapnya.

Bambang meminta agar publik tidak terlalu berspekulasi terhadap hubungan Prabowo dan Gibran. Dia menegaskan keduanya saling melengkapi dalam menjalankan pemerintahan.

"Jadi jangan didramatisir. Presiden dan wakil presiden bekerja saling melengkapi. Ada pihak yang ingin memecah kekompakan keduanya, dengan memframing narasi provokatif. Tapi kami yakin masyarakat tidak akan terpengaruh," tegas Sekretaris Fraksi Gerindra DPR itu.

Diketahui, Prabowo menggelar sidang kabinet paripurna (SKP) yang dihadiri menteri, wakil menteri, kepala lembaga, hingga para penasihat ataupun utusan khusus presiden, Senin (20/7/2026), di Istana Negara, Jakarta. Dalam sidang tersebut, meja Prabowo ditempatkan di bagian tengah menghadap seluruh anggota kabinet, yang duduk dengan formasi huruf U.

Posisi duduk itu menjadi sorotan karena Gibran tidak duduk di samping Prabowo, melainkan berada di jajaran menteri. Berbeda dengan sidang kabinet sebelumnya, posisi Gibran sejajar dengan Prabowo.

Mensesneg Prasetyo Hadi mengatakan SKP semester pertama 2026 dijadikan kesempatan oleh Presiden untuk memberikan evaluasi dan arahan secara langsung kepada seluruh anggota kabinet. Pada kesempatan itu, Prabowo memerlukan bantuan teleprompter.

"Nah, di situ karena beliau ingin menjelaskan banyak sekali program, maka kemarin kalau Saudara-saudara perhatikan karena banyaknya program itu juga harus diikuti atau didukung dengan data-data, maka kemarin beliau kan menggunakan alat bantu namanya teleprompter," imbuh dia.

Pras menjelaskan keperluan teknis itu menjadi alasan perubahan tata letak meja Prabowo dan Gibran. Dia menegaskan tidak ada kepentingan lain yang perlu dikhawatirkan publik.

"Nah, itulah yang kemudian menjawab pertanyaan yang secara layout, kalau Saudara-saudara kemarin perhatikan adalah Bapak Presiden berada di tengah-tengah. Dan kalau yang dipertanyakan adalah posisi dari Bapak Wakil Presiden, kalau menurut kami ini hanya masalah kebutuhan teknis semata, tidak ada hal-hal lain yang mungkin perlu dikhawatirkan," katanya.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: