Pemerintah Menangkan Lelang Lahan di Mekah untuk Kampung Haji Indonesia

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 07 Januari 2026 | 07:46 WIB
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. (Foto/BPMI)
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. (Foto/BPMI)

BeritaNasional.com - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan pemerintah Indonesia telah memenangkan lelang kepemilikan aset berupa hotel dan lahan di Arab Saudi yang akan dimanfaatkan sebagai lokasi Kampung Haji Indonesia.

Prasetyo mengonfirmasi kemenangan lelang tersebut setelah CEO Danantara Rosan Roeslani menyampaikan laporan dalam retret Kabinet Merah Putih atau taklimat awal tahun yang digelar di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa.

"Bapak Rosan melaporkan bahwa kita telah memenangkan bidding (lelang), dan kita telah sekarang memiliki hotel sendiri di Mekah, yang ini atas diplomasi yang luar biasa dari Bapak Presiden," kata Prasetyo dikutip dari Antara, Rabu (7/1/2026).

Ia menjelaskan keberhasilan Indonesia memiliki hotel dan aset lahan di Arab Saudi merupakan hasil diplomasi Presiden Prabowo Subianto yang membuka jalan perubahan kebijakan kepemilikan aset asing di negara tersebut. Menurut Prasetyo, kepemilikan aset itu menjadi hadiah bagi bangsa Indonesia, khususnya umat Islam.

"Untuk pertama kalinya, pemerintah Arab Saudi mengubah aturan untuk sebuah negara bisa memiliki aset di Arab Saudi. Saya kira itu menjadi salah satu kado bagi bangsa Indonesia dan bagi umat Islam khususnya," ujar Prasetyo.

Sebelumnya, CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani mengungkapkan pemerintah Indonesia telah membeli sebuah hotel beserta lahan seluas sekitar 5 hektare di Mekah, Arab Saudi, yang akan dikembangkan sebagai Kampung Haji Indonesia. Hotel yang dibeli adalah Novotel Thakher Makkah dengan kapasitas 1.461 kamar dan tiga menara, yang dapat menampung hingga 4.383 calon haji Indonesia.

Pemerintah juga merencanakan pembangunan tambahan 13 menara sehingga total jumlah kamar meningkat menjadi 6.025 kamar. Dengan pengembangan tersebut, Kampung Haji Indonesia diharapkan mampu menampung ribuan calon haji dengan fasilitas yang lebih terintegrasi, nyaman, dan efisien.

Rosan menjelaskan lokasi Kampung Haji Indonesia berada sangat dekat dengan Masjidil Haram, jauh lebih strategis dibandingkan tempat tinggal jemaah haji Indonesia selama ini yang umumnya berjarak antara 4,5 hingga 6 kilometer.

Nilai pembelian hotel dan lahan tersebut mencapai sekitar 500 juta dolar AS. Sementara itu, rencana pembangunan lanjutan berupa 13 menara tambahan serta pusat perbelanjaan diperkirakan membutuhkan investasi sebesar 700 hingga 800 juta dolar AS.

Keberhasilan diplomasi Presiden Prabowo tersebut dinilai sebagai wujud perhatian pemerintah terhadap jemaah Indonesia. Pemerintah juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan ibadah haji dan umrah, sekaligus memberikan perlindungan serta kenyamanan bagi warga negara Indonesia di Tanah Suci.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: