Hari Tempura Nasional dan Perjalanan Sejarah Kuliner Jepang
BeritaNasional.com - Setiap tanggal 7 Januari Jepang memperingati Hari Tempura Nasional sebagai bentuk apresiasi terhadap salah satu hidangan paling ikonik dalam kuliner Negeri Sakura. Tempura dikenal sebagai makanan berupa sayuran, makanan laut, atau bahan lain yang digoreng dalam adonan tipis berbahan tepung, telur, dan air, menghasilkan tekstur renyah namun ringan.
Meski berasal dari pengaruh asing, tempura kini telah mengakar kuat dan mudah ditemukan di berbagai penjuru Jepang, dari restoran hingga makanan rumahan. Dilansir dari catatan sejarah kuliner Jepang, tempura telah hadir selama lebih dari tiga abad.
Sejarah Hari Tempura Nasional
Tempura pertama kali diperkenalkan ke Jepang pada abad ke-16 oleh misionaris Portugis yang menetap di Nagasaki. Teknik menggoreng ini awalnya digunakan selama masa Prapaskah, ketika umat Kristen menghindari konsumsi daging. Nama “tempura” diyakini berasal dari frasa Latin ad tempora cuaresme, yang merujuk pada periode tersebut.
Seiring waktu, masyarakat Jepang mengembangkan teknik ini menjadi lebih halus dan artistik, hingga pada abad ke-19 tempura benar-benar bertransformasi menjadi hidangan khas Jepang dengan gaya dan cita rasa tersendiri.
Makna dan Pentingnya Peringatan Hari Tempura Nasional
Hari Tempura Nasional bukan sekadar perayaan makanan, tetapi juga simbol keberhasilan Jepang dalam mengadaptasi pengaruh luar menjadi identitas budaya sendiri. Peringatan ini menegaskan peran tempura sebagai bagian penting dari tradisi kuliner Jepang, sekaligus mencerminkan kreativitas dan inovasi yang terus berkembang hingga kini.
Di momen ini, masyarakat diajak untuk mengenang sejarah tempura sekaligus menikmati kelezatannya sebagai warisan budaya yang telah mendunia.
(Rep/Sisilia)
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu






