Pemprov DKI Dorong Bank Jakarta IPO, Disusul PAM Jaya

Oleh: Lydia Fransisca
Selasa, 27 Januari 2026 | 08:28 WIB
Gunernur DKI Pramono Anung. (BeritaNasional/Pemprov DKI)
Gunernur DKI Pramono Anung. (BeritaNasional/Pemprov DKI)

BeritaNasional.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendorong Bank Jakarta untuk melantai di bursa melalui penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) tahun depan.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memperluas basis nasabah Bank Jakarta sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap bank milik pemerintah daerah tersebut.

"Kalau perusahaan ini sudah bisa membangun trust-nya, maka yang menjadi nasabah utamanya itu bukan lagi Pemerintah DKI Jakarta. Yang menjadi nasabahnya adalah publik," kata Pramono di Jakarta Barat, dikutip Selasa (27/1/2026).

Pramono berujar, kepercayaan atau trust merupakan kunci utama dalam dunia usaha dan perbankan. Tanpa kepercayaan publik, sebuah bank akan sulit berkembang secara berkelanjutan.

"Apapun sebagai entitas bisnis, orang kalau dengan Bank Jakarta itu harus trust, harus percaya. Kata kunci dari dunia usaha, dunia bisnis itu adalah trust," ujar Pramono.

Ia menjelaskan, rencana IPO juga akan membuka ruang pengawasan yang lebih luas dan transparan. Menurut dia, pengawasan publik dinilai lebih sehat dibandingkan ketergantungan pengawasan pada figur pimpinan di Balai Kota.

"Daripada perusahaan ini hanya bergantung pada individu top-nya yang ada di Balai Kota yang namanya Gubernur, maka lebih baik yang mengawasi itu publik," ucap Pramono.

Dengan pengawasan publik, Pramono meyakini pengelolaan Bank Jakarta akan menjadi lebih sehat dan profesional serta meminimalkan potensi intervensi pemerintah daerah.

"Kalau yang mengawasi publik, maka akan menjadi jauh lebih sehat. Dan itulah yang benar-benar saya harapkan," jelasnya.

Selain Bank Jakarta, Pramono juga menyebut terdapat BUMD lain yang disiapkan untuk IPO. Ia menargetkan proses tersebut dapat terealisasi paling lambat akhir tahun ini atau awal tahun depan.

"Maka ada dua BUMD, tahun depan mungkin akan bertambah lagi. Yang pertama tentunya Bank Jakarta, yang kedua adalah PAM Jaya," tegas Pramono.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Jakarta Agus Haryoto Widodo menyatakan pihaknya tengah menyiapkan langkah konkret menuju penawaran saham perdana. Persiapan IPO tersebut menjadi bagian dari agenda penguatan institusi dan akselerasi pertumbuhan perusahaan.

Agus menuturkan, rencana IPO sejalan dengan transformasi Bank Jakarta untuk meningkatkan kredibilitas serta memperkuat tata kelola korporasi.

"Bank Jakarta melakukan persiapan IPO sebagai bagian dari rencana transformasi dan peningkatan kredibilitas serta tata kelola korporasi," ujarnya.

Pada tahap awal, manajemen Bank Jakarta akan mengusulkan penyesuaian Anggaran Dasar kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Penyesuaian tersebut mencakup peningkatan modal dasar guna mendukung kebutuhan korporasi menjelang IPO.

"Salah satu langkah yang akan kami usulkan kepada Pemprov DKI Jakarta adalah penyesuaian Anggaran Dasar Bank Jakarta, khususnya terkait usulan peningkatan modal dasar," kata Agus.

Ia menambahkan, proses tersebut membutuhkan dukungan penuh dari Pemprov DKI Jakarta serta payung hukum yang jelas. Dan penyesuaian Anggaran Dasar harus diatur melalui regulasi berupa Peraturan Daerah.

"Kami memahami bahwa proses ini memerlukan dukungan Pemprov dan akan membutuhkan payung regulasi berupa Peraturan Daerah," ucap Agus.

Agus menegaskan, arahan dan dukungan Gubernur DKI Jakarta menjadi faktor kunci dalam kelancaran persiapan IPO Bank Jakarta. Seluruh kajian awal, termasuk naskah akademis juga telah disiapkan sebagai dasar pengambilan kebijakan.

"Arahan dan dukungan Bapak Gubernur akan sangat menentukan kelancaran tahapan persiapan ini. Untuk kajian dan naskah akademis juga sudah kami selesaikan," tandasnya.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: