Maroko Utara Dilanda Banjir Besar, Lebih dari 143 Ribu Warga Terpaksa Mengungsi
BeritaNasional.com - Cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan banjir bandang yang menerjang wilayah utara Maroko dalam beberapa hari terakhir telah memicu krisis kemanusiaan.
Kementerian Dalam Negeri Maroko melaporkan, hingga Kamis (5/2/2026), 143.164 warga telah dievakuasi dari rumah mereka akibat volume air yang terus meningkat.
Pemerintah setempat telah menetapkan status siaga di sejumlah provinsi yang memiliki risiko banjir tinggi untuk mencegah jatuhnya korban jiwa.
Berdasarkan data resmi kementerian, Provinsi Larache menjadi wilayah yang paling terdampak parah. Di wilayah ini, termasuk Kota Ksar El Kebir dan desa-desa di sekitarnya, sebanyak 110.941 penduduk terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka untuk mencari perlindungan di lokasi yang lebih aman.
Pihak berwenang menyatakan bahwa proses evakuasi dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan wilayah yang memiliki potensi kerusakan paling parah.
"Operasi evakuasi terus berlanjut berdasarkan tingkat keparahan risiko di lapangan. Dukungan logistik telah dikerahkan sepenuhnya untuk memastikan seluruh warga terdampak dapat diangkut dengan aman," tulis pernyataan resmi Kementerian Dalam Negeri Maroko.
Peringatan Cuaca Ekstrem Susulan
Kondisi diprediksi belum akan membaik dalam waktu dekat. Direktorat Jenderal Meteorologi Maroko mengeluarkan peringatan dini pada Kamis terkait potensi cuaca buruk yang masih akan membayangi sejumlah provinsi.
Masyarakat diminta untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat yang disertai badai petir dan angin kencang dalam beberapa hari mendatang.
Pemerintah mengimbau warga di zona merah banjir untuk terus memantau instruksi dari petugas lapangan demi keselamatan bersama.
Sumber: Xinhua News
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu






