Anggota MPR RI Novita Wijayanti Ajak Warga Cilacap Amalkan 4 Pilar Kebangsaan

Oleh: Tim Redaksi
Senin, 09 Februari 2026 | 16:32 WIB
Anggota MPR RI Fraksi Partai Gerindra, Novita Wijayanti, menggelar Sosialisasi Empat Pilar. (Foto/istimewa)
Anggota MPR RI Fraksi Partai Gerindra, Novita Wijayanti, menggelar Sosialisasi Empat Pilar. (Foto/istimewa)

BeritaNasional.com - Anggota MPR RI Fraksi Partai Gerindra, Novita Wijayanti, menggelar Sosialisasi Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara di Aula Desa Jeruklegi Wetan, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Minggu (8/2/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 150 peserta dari masyarakat setempat.

Dalam kegiatan tersebut, Novita menegaskan bahwa Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika merupakan fondasi utama dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Empat Pilar ini bukan sekadar hafalan, tetapi harus dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila menjadi dasar dan ideologi negara yang mengandung nilai-nilai fundamental dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Novita dalam keterangannya, Senin (9/2/2026).

Ia menjelaskan, UUD NRI Tahun 1945 berfungsi sebagai hukum dasar negara yang mengatur penyelenggaraan negara sekaligus menjamin hak dan kewajiban warga negara. Menurutnya, pemahaman konstitusi penting untuk membangun kesadaran hukum di tengah masyarakat.

“Dengan memahami UUD 1945, masyarakat diharapkan dapat menjalankan hak dan kewajiban secara seimbang, menaati peraturan perundang-undangan, serta menjaga ketertiban dalam kehidupan bernegara,” katanya.

Terkait NKRI, Novita menegaskan bahwa bentuk negara kesatuan merupakan harga mati dan tidak dapat diubah. Sementara prinsip Bhinneka Tunggal Ika harus menjadi pedoman dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman.

“NKRI adalah bentuk negara yang final. Di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya, kita harus terus mengamalkan nilai Bhinneka Tunggal Ika agar persatuan tetap terjaga,” tegasnya.

Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif melalui sesi dialog dan tanya jawab. Salah satu peserta menanyakan penerapan nilai Pancasila dalam menjaga kerukunan di lingkungan Desa Jeruklegi Wetan. Menanggapi hal tersebut, Novita menyampaikan bahwa nilai Pancasila dapat diterapkan melalui sikap saling menghormati dan toleransi.

“Kerukunan bisa terwujud jika masyarakat mengedepankan musyawarah mufakat serta memperkuat budaya gotong royong dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Menjawab pertanyaan mengenai peran masyarakat dalam melaksanakan hak dan kewajiban sesuai UUD 1945, Novita menekankan pentingnya kesadaran konstitusional.

“Masyarakat harus memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara agar kehidupan bermasyarakat berjalan tertib, seimbang, dan stabil,” ujarnya.

Sementara itu, terkait tantangan menjaga persatuan di era teknologi informasi, Novita mengingatkan masyarakat agar bijak menyikapi arus informasi.

“Masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan NKRI dengan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang menyesatkan serta tetap mengamalkan nilai Bhinneka Tunggal Ika,” katanya.

Menurut Novita, literasi kebangsaan menjadi kunci dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan rasa cinta tanah air melalui tindakan nyata.

“Perbedaan adalah kekayaan bangsa. Jika kita menyikapinya dengan bijak, persatuan akan semakin kuat,” pungkasnya.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: