Novita Wijayanti: Perempuan Harus Jadi Garda Terdepan Menanamkan Nilai Pancasila

Oleh: Tim Redaksi
Selasa, 14 Juli 2026 | 17:06 WIB
Anggota MPR RI Novita Wijayanti (tengah) saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kabupaten Cilacap. (Foto/istimewa)
Anggota MPR RI Novita Wijayanti (tengah) saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kabupaten Cilacap. (Foto/istimewa)

BeritaNasional.com - Anggota MPR RI Novita Wijayanti menekankan pentingnya peran perempuan dalam mengimplementasikan nilai-nilai Empat Pilar MPR RI di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kabupaten Cilacap.

Kegiatan tersebut diikuti oleh kaum perempuan, ibu rumah tangga, pelaku UMKM, kader masyarakat, serta tokoh perempuan yang aktif mengikuti rangkaian acara.

"Empat Pilar MPR RI, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, dimulai dari lingkungan keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat," kata Novita dalam pemaparannya, Rabu (14/7/2026).

Pada sesi diskusi, salah satu peserta mempertanyakan peran perempuan dalam mengimplementasikan nilai-nilai Empat Pilar di tengah tantangan perkembangan teknologi, perubahan sosial, serta derasnya arus informasi di media digital.

Menanggapi hal itu, Novita menilai perempuan memiliki peran strategis sebagai pendidik pertama dalam keluarga dan berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi penerus.

"Perempuan memiliki tanggung jawab besar dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila, toleransi, gotong royong, serta cinta tanah air kepada generasi penerus," ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan literasi digital di tengah derasnya arus informasi yang berkembang di masyarakat.

"Masyarakat, khususnya perempuan, harus mampu menyaring informasi secara bijak dan tidak mudah terpengaruh oleh hoaks maupun konten yang berpotensi memecah persatuan bangsa," katanya.

Dalam sesi tanya jawab, peserta lainnya juga menanyakan mengenai kontribusi perempuan dalam pembangunan daerah tanpa harus meninggalkan perannya di lingkungan keluarga.

Menjawab pertanyaan tersebut, Novita menjelaskan bahwa pemberdayaan perempuan tidak hanya diwujudkan melalui peningkatan kapasitas ekonomi, tetapi juga melalui keterlibatan aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

"Pemberdayaan perempuan dapat diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam kegiatan sosial, pendidikan, organisasi kemasyarakatan, serta pengambilan keputusan di lingkungan masing-masing," tuturnya.

Menurut dia, perempuan yang berdaya dan memiliki pemahaman yang kuat terhadap nilai-nilai kebangsaan akan menjadi kekuatan penting dalam menjaga persatuan dan memperkuat ketahanan keluarga.

"Perempuan yang memahami nilai-nilai kebangsaan akan menjadi kekuatan penting dalam menjaga persatuan, memperkuat ketahanan keluarga, dan mendukung terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan sesuai dengan semangat Empat Pilar MPR RI," pungkasnya.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: