Momentum Idul Fitri, Novita Wijayanti Perkuat Implementasi 4 Pilar Kebangsaan di Cilacap

Oleh: Tim Redaksi
Selasa, 31 Maret 2026 | 15:39 WIB
Momentum Idul Fitri, Novita Wijayanti Perkuat Implementasi 4 Pilar Kebangsaan di Cilacap. (Foto/istimewa).
Momentum Idul Fitri, Novita Wijayanti Perkuat Implementasi 4 Pilar Kebangsaan di Cilacap. (Foto/istimewa).

BeritaNasional.com - Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Anggota MPR RI sekaligus Anggota DPR RI, Dr. Hj. Novita Wijayanti, menggelar kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Kelurahan Sidanegara, Kecamatan Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Senin (16/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung hangat dan partisipatif ini dihadiri oleh perangkat kelurahan setempat, jajaran Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Fraksi Gerindra Cilacap, serta masyarakat Kelurahan Sidanegara dan sekitarnya dari berbagai latar belakang sosial, profesi, dan kelompok usia.

Dalam kegiatan tersebut, Novita Wijayanti menegaskan bahwa momentum Idul Fitri memiliki makna yang sangat relevan dalam memperkuat implementasi 4 Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Idul Fitri tidak hanya dimaknai sebagai perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi refleksi nilai-nilai kebangsaan yang hidup dalam praktik masyarakat. Setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh, Idul Fitri menjadi manifestasi kemenangan spiritual, sekaligus momentum untuk memperbaiki hubungan sosial dengan sesama,” ujar Novita Wijayanti.

Menurutnya, Hari Raya Idul Fitri merupakan hari kegembiraan bagi umat Islam atas anugerah Allah SWT setelah menjalankan ketaatan selama bulan Ramadan. Rasa syukur tersebut diwujudkan melalui berbagai amalan seperti kumandang takbir, pembayaran zakat fitrah, pelaksanaan salat Idul Fitri, hingga tradisi saling memaafkan dan mempererat silaturahmi.

Novita menilai, hikmah Idul Fitri tidak hanya berada pada dimensi spiritual, tetapi juga memiliki dampak sosial yang sangat besar. Tradisi silaturahmi yang tumbuh di tengah masyarakat dinilai sebagai bentuk nyata implementasi nilai persatuan dan kesatuan, sekaligus cerminan semangat Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.

“Tradisi saling berkunjung saat Idul Fitri menunjukkan bahwa masyarakat mampu menjaga persatuan tanpa memandang perbedaan latar belakang agama, sosial, maupun ekonomi. Inilah bentuk nyata nilai kebangsaan yang hidup di tengah masyarakat,” katanya.

Ia juga menyoroti kuatnya toleransi sosial yang terlihat dalam keterbukaan masyarakat saat menyambut silaturahmi lintas agama. Menurut Novita, fenomena tersebut menjadi bukti bahwa nilai kebangsaan tidak hanya berhenti pada tataran konsep, tetapi benar-benar hadir dalam praktik sosial yang inklusif dan harmonis.

Karena itu, Novita menegaskan bahwa penguatan 4 Pilar Kebangsaan tidak boleh berhenti pada kegiatan sosialisasi semata, melainkan harus terus diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Peran perangkat kelurahan, tokoh masyarakat, serta organisasi politik dan kemasyarakatan dinilai sangat penting dalam menjaga kesinambungan nilai-nilai tersebut.

“Edukasi kebangsaan harus dilakukan secara berkelanjutan, baik melalui kegiatan formal maupun interaksi sosial sehari-hari. Dengan begitu, nilai Pancasila, semangat persatuan, dan toleransi dapat tertanam kuat dalam pola pikir dan perilaku masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Novita juga mengingatkan pentingnya menjaga kohesi sosial di tengah dinamika masyarakat yang semakin kompleks. Tantangan seperti polarisasi sosial, penyebaran informasi yang tidak akurat, hingga potensi konflik berbasis identitas, menurutnya, dapat diminimalisasi apabila masyarakat memiliki pemahaman yang kuat terhadap nilai-nilai kebangsaan.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai yang diperoleh selama bulan Ramadan dan Idul Fitri sebagai landasan dalam kehidupan sehari-hari.

“Konsistensi dalam menjaga sikap saling menghormati, memperkuat solidaritas sosial, serta mengedepankan kepentingan bersama merupakan kunci dalam memperkokoh kehidupan berbangsa dan bernegara. Implementasi 4 Pilar Kebangsaan harus benar-benar terinternalisasi dalam tindakan nyata,” tutur Novita.

Kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan melalui Novita Center ini berlangsung di Kelurahan Sidanegara, Kecamatan Cilacap Tengah, dengan menghadirkan Novita Wijayanti sebagai narasumber utama dan diikuti oleh 158 peserta.

Melalui kegiatan ini, Novita berharap masyarakat, khususnya generasi muda, semakin memahami pentingnya menjadikan nilai-nilai kebangsaan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga berpesan agar nilai-nilai Idul Fitri dapat menjadi bagian dari pendidikan karakter di lingkungan keluarga, terutama dalam menanamkan sikap saling memaafkan, menghargai perbedaan, dan memperkuat kepedulian sosial.

"Semangat Idul Fitri diharapkan tidak berhenti sebagai perayaan tahunan, tetapi menjadi kekuatan bersama dalam menjaga persatuan, memperkuat toleransi, dan merawat keutuhan bangsa Indonesia," tandasnya.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: