Novita Wijayanti: Ramadan Jadi Momentum Penguatan Nilai 4 Pilar Kebangsaan
BeritaNasional.com - Anggota MPR/DPR RI Dr. Hj. Novita Wijayanti, menggelar sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Desa Pageralang, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Selasa (17/3/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Ramadan sebagai Momentum Penguatan Nilai 4 Pilar Kebangsaan.”
Dalam kegiatan yang dihadiri perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga setempat itu, Novita menegaskan bahwa bulan suci Ramadan tidak hanya memiliki dimensi spiritual, tetapi juga menjadi ruang refleksi sosial yang penting dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan.
“Bulan suci Ramadan tidak hanya menghadirkan dimensi spiritual bagi umat Islam, tetapi juga membuka ruang refleksi sosial yang lebih luas dalam kehidupan bermasyarakat,” kata Novita dalam pemaparannya.
Menurutnya, nilai-nilai keagamaan yang berkembang selama Ramadan memiliki keterkaitan erat dengan prinsip-prinsip kebangsaan, terutama dalam membentuk karakter, memperkuat solidaritas, dan menjaga harmoni di tengah keberagaman.
Novita menjelaskan, 4 Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar kerangka normatif dalam kehidupan bernegara, melainkan juga memiliki relevansi langsung dengan pembentukan karakter masyarakat selama Ramadan.
“Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika bukan hanya kerangka normatif dalam kehidupan bernegara, tetapi memiliki relevansi langsung dengan pembentukan karakter individu selama bulan Ramadan,” ujarnya.
Ia mencontohkan, ibadah puasa tidak hanya melatih aspek spiritual, tetapi juga membentuk kedisiplinan, kejujuran, dan kemampuan mengendalikan diri sebagai fondasi membangun masyarakat yang berintegritas.
“Ibadah puasa tidak hanya melatih aspek spiritual, tetapi juga membentuk kedisiplinan, kejujuran, serta kemampuan mengendalikan diri, yang merupakan nilai dasar dalam membangun masyarakat yang berintegritas,” tutur Novita.
Selain itu, Novita menilai Ramadan juga menjadi ruang sosial yang memperkuat solidaritas dan kepedulian antarwarga. Menurut dia, aktivitas seperti zakat, infak, dan sedekah mencerminkan implementasi nyata prinsip keadilan sosial dalam Pancasila.
“Aktivitas seperti pembayaran zakat, infak, dan sedekah mencerminkan implementasi nyata dari prinsip keadilan sosial dalam Pancasila, di mana terjadi distribusi sumber daya secara lebih merata kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Ia menambahkan, berbagai kegiatan sosial seperti buka puasa bersama dan kerja bakti lingkungan menjadi bentuk konkret dari nilai persatuan yang hidup di tengah masyarakat.
“Kegiatan buka puasa bersama, kerja bakti lingkungan, serta berbagai aktivitas sosial lainnya menjadi bentuk konkret dari nilai persatuan yang hidup di tengah masyarakat,” lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, Novita juga menyoroti kehidupan masyarakat Desa Pageralang yang dinilainya mencerminkan praktik nyata nilai Bhinneka Tunggal Ika. Meski terdapat perbedaan latar belakang sosial, ekonomi, maupun keyakinan, masyarakat tetap menjaga keharmonisan dan saling menghormati.
“Kondisi ini menunjukkan bahwa keberagaman dapat dikelola sebagai kekuatan sosial, bukan sebagai sumber perbedaan yang memecah belah,” ujar Novita.
Ia juga mengingatkan bahwa tantangan kehidupan bermasyarakat saat ini semakin kompleks, terutama akibat perubahan sosial yang cepat dan arus informasi yang tidak selalu terkontrol. Karena itu, menurutnya, penguatan nilai 4 Pilar Kebangsaan melalui momentum Ramadan menjadi semakin relevan.
“Sikap saling menghormati, empati, serta tanggung jawab sosial perlu terus diperkuat agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh konflik berbasis identitas maupun disinformasi,” tegasnya.
Lebih jauh, Novita menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan nilai-nilai Ramadan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk setelah bulan suci berakhir. Ia menyebut keluarga memiliki peran penting sebagai unit terkecil dalam masyarakat untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda.
“Internalisasi nilai tidak cukup hanya dilakukan selama bulan Ramadan, tetapi harus dijaga secara konsisten dalam kehidupan pasca-Ramadan,” ucap Novita.
Menurut dia, sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan dalam momentum Ramadan tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan edukatif, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat.
“Nilai-nilai yang diajarkan selama Ramadan memberikan landasan yang kuat bagi masyarakat untuk memahami, menghayati, dan mengimplementasikan prinsip-prinsip kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari secara lebih konkret dan berkelanjutan,” pungkasnya.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







