Dukung PJJ di Kampus, Majelis Rektor: Akan Disesuaikan Masing-masing Kampus

Oleh: Tim Redaksi
Selasa, 31 Maret 2026 | 16:22 WIB
Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) Eduart Wolok. (BeritaNasional/IPB)
Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) Eduart Wolok. (BeritaNasional/IPB)

BeritaNasional.com - Terkait wacana kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dalam rangka efisiensi energi di tengah dinamika Timur Tengah, Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) Eduart Wolok mendukung langkah pemerintah tersebut untuk diterapkan di masing-masing kampus.

"Prinsipnya kita tetap men-support gerakan hemat energi itu dan saat ini sementara disusun dan disesuaikan masing-masing kampus," kata Eduart saat ditemui di Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Dia menjelaskan, PJJ tidak bisa diterapkan seluruhnya 100 persen, karena terdapat perbedaan kebutuhan masing-masing perguruan tinggi dan program studi. Salah satunya terkait dengan kegiatan praktikum. 

Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG) itu menyebut, pihaknya telah melakukan koordinasi, namun belum terdapat keputusan final dalam menghadapi kebijakan ini.

"Sudah (koordinasi) tetapi kita belum melakukan keputusan final karena bisa saja antarperguruan tinggi akan berbeda penerapannya, tapi kebijakannya sama," jelasnya.

Sebelumnya, dalam sidang kabinet di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026) lalu, Presiden Prabowo Subianto mendorong langkah penghematan konsumsi BBM serta mempertimbangkan kebijakan kerja dari rumah atau WFH sebagai langkah antisipasi dampak krisis global.

Kemudian, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno pada Selasa (17/3/2026) menyatakan pemerintah tengah menyusun strategi penghematan energi di sektor publik sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto. Dan penyesuaian metode pembelajaran daring dan luring sesuai karakteristik mata pelajaran menjadi salah satu strategi utama penghematan energi lintas instansi yang disepakati pemerintah.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: