Dukung Putusan Pemerintah, DPR Ingatkan Pemda Terapkan Pembelajaran Tatap Muka

Oleh: Kiswondari
Jumat, 27 Maret 2026 | 12:02 WIB
Interaksi guru dan siswa pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Negeri 01/02 Cikini, Jakarta, Senin (14/7/2025).  (Beritanasional.com/Oke Atmaja)
Interaksi guru dan siswa pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Negeri 01/02 Cikini, Jakarta, Senin (14/7/2025). (Beritanasional.com/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - Keputusan pemerintah yang membatalkan wacana kebijakan pembelajaran daring atau online dalam rangka efisiensi energi di tengah dinamika global diapresiasi oleh Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian. Ia pun bersyukur karena kebijakan efisiensi energi tidak akan mengganggu proses pembelajaran dan tetap mengedepankan sistem pembelajaran tatap muka. Menurutnya, pembelajaran tatap muka harus tetap menjadi prioritas.

"Selain lebih efektif, pendekatan ini juga penting untuk menjaga kualitas interaksi, termasuk kegiatan praktikum yang tidak dapat tergantikan," kata Hetifah dalam keterangannya yang dikutip Jumat (27/3/2026). 

Apalagi, kata dia, dengan sistem zonasi yang telah berjalan, mayoritas siswa bersekolah relatif dekat dari rumah, sehingga dampak terhadap konsumsi energi, khususnya dari transportasi, tidak signifikan.

Menurut legislator daerah pemilihan (Dapil) Kalimantan Timur ini, belajar daring dari rumah memiliki sejumlah tantangan yang perlu diwaspadai jika diterapkan secara luas, mulai dari risiko penurunan capaian belajar (learning loss), keterbatasan interaksi guru dan siswa, hingga potensi meningkatnya kesenjangan akses akibat perbedaan fasilitas dan pendampingan di rumah.

"Selain itu, aspek sosial-emosional anak juga terdampak karena berkurangnya ruang interaksi dan pembentukan karakter," jelas politikus Partai Golkar ini. 

Namun demikian, Hetifah berpandangan, pembelajaran jarak jauh (PJJ) tetap dapat dimanfaatkan secara fleksibel pada kondisi tertentu, seperti misalnya, saat terjadi bencana alam, gangguan akses sementara, atau di wilayah terpencil dengan keterbatasan tenaga pendidik.

"Dalam situasi tersebut, PJJ menjadi solusi adaptif agar proses belajar tetap berlangsung," ujarnya. 

Karena itu, Hetifah mengimbau kepada pemerintah daerah (pemda) agar tidak ragu dalam melanjutkan pelaksanaan pembelajaran tatap muka pasca libur Idul Fitri sesuai kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah pusat. Tentunya, dengan tetap meningkatkan kualitas pembelajaran itu. 

"Sembari terus meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat dukungan bagi guru, serta memastikan lingkungan belajar yang aman dan kondusif," pesan Hetifah. sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: