Wacana Belajar Online, Menko PMK: Pembelajaran Tetap Berjalan Tatap Muka

Oleh: Kiswondari
Rabu, 25 Maret 2026 | 06:32 WIB
Menko PMK Pratikno dalam arahan internak Kedeputian Kesehatan dan Pendidikan Kemenko PMK, Senin (23/3/2026). (BeritaNasional/Kemenko PMK)
Menko PMK Pratikno dalam arahan internak Kedeputian Kesehatan dan Pendidikan Kemenko PMK, Senin (23/3/2026). (BeritaNasional/Kemenko PMK)

BeritaNasional.com - Terkait dengan wacana pembelajaran daring atau online, Menteri koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyebut bahwa berdasarkan hasil pembahasan bersama dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) dan Menteri Agama (Menag), pembelajaran siswa tetap berlangsung luring atau tatap muka seperti biasanya. 

Khusus di bidang pendidikan, kata Pratikno, sesuai hasil koordinasi dengan Mendikdasmen dan Menag, ia menyampaikan tentang pentingnya menjamin proses pembelajaran siswa tetap berjalan seperti biasa. Bahwa di sektor pendidikan, proses pembelajaran harus semakin optimal dan jangan sampai timbul learning loss.

"Oleh karena itu, diutamakan penyelenggaraan proses pembelajaran tetap berjalan secara luring bagi siswa. Demikian juga dengan layanan medis esensial tetap beroperasi secara sepenuhnya normal," kata Pratikno dikutip dalam arahan internal Kedeputian Kesehatan dan Pendidikan Kemenko PMK, Senin (23/3/2026), yang dikutip dari laman Kememenko PMK, Rabu (25/3/2026). 
 
Menko PMK menyampaikan, memang pernah ada diskusi tentang kemungkinan penggunaan metode hybrid yang mengombinasikan luring (tatap muka) dan daring. Tetapi, mengingat pentingnya menjaga kualitas pendidikan siswa, pembicaraan lintas kementerian bahwa pembelajaran daring bagi siswa tidak menjadi sebuah urgensi saat ini. 

"Sebagaimana prioritas luar biasa Bapak Presiden kepada sektor pendidikan, mulai dari revitalisasi sekolah, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Unggul Garuda, maka kita harus mempercepat peningkatan kualitas pendidikan secara umum, baik yang berada di bawah Kemendikdasmen, Kemenag dan Kemendiktisainstek. Ini prioritas. Ini utama," ujarnya.

Membuka arahannya, Menko PMK menegaskan kembali arahan Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jumat (13/3/2026) lalu, bahwa situasi krisis global justru harus dijadikan momentum untuk mendorong percepatan agenda transformasi nasional. 

Dengan demikian, kata Pratikno, selain swasembada pangan dan swasembada energi, ditegaskan pula tentang perhatian Presiden terhadap peningkatan kualitas SDM Indonesia, terutama di bidang kesehatan dan pendidikan.
 
Untuk transformasi pemerintahan, Pratikno juga menginstruksikan untuk mempercepat transformasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik, peningkatan kinerja birokrasi, peningkatan pelayanan kepada masyarakat, serta efisiensi di segala bidang. Seperti, pemangkasan perjalanan dinas non-esensial, optimalisasi pertemuan dan rapat secara daring, serta penerapan FWA (flexible working arrangement) secara terukur sebagai bagian dari transformasi kerja yang lebih efektif dan efisien. 

"Pelayanan kepada masyarakat, peningkatan kualitas SDM, serta mendukung akselerasi pembangunan yang berkeadilan harus terus diperkuat dengan cara-cara yang lebih cerdas dan efisien," pungkasnya.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: