Paparkan Risiko Bekerja ke Luar Negeri Secara Ilegal, Pelajar Diminta Pahami Bahaya TPPO dan TPPM

Oleh: Bachtiarudin Alam
Selasa, 14 Juli 2026 | 17:51 WIB
Kegiatan Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA) Goes To School di SMKN 11 Jakarta, Selasa (14/7/2026). (BeritaNasional/Humas Imigrasi)
Kegiatan Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA) Goes To School di SMKN 11 Jakarta, Selasa (14/7/2026). (BeritaNasional/Humas Imigrasi)

BeritaNasional.com - Menumbuhkan kesadaran generasi muda akan bahaya pergi bekerja melalui jalur Non-Prosedural ke luar negeri adalah upaya untuk mempersempit ruang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM).

Demi membangun kesadaran ini, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Daerah Khusus Jakarta bersama Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Barat menyelenggarakan kegiatan Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA) Goes To School di SMKN 11 Jakarta, Selasa (14/7/2026).

"Melalui kegiatan ini, para siswa dibekali pemahaman mengenai berbagai bentuk dan modus operandi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM), risiko bekerja ke luar negeri melalui jalur nonprosedural,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Barat Rakha Sukma Purnama dalam keterangan resmi.

Sebagai langkah preventif, program ini diharapkan bisa membangun kesadaran sejak dini terhadap berbagai risiko keberangkatan ke luar negeri secara nonprosedural. Dengan modus TPPO dan TPPM, risiko bekerja ke luar negeri secara ilegal turut dijabarkan kepada para siswa.

“Langkah-langkah pencegahan agar tidak menjadi korban, serta pentingnya kepedulian untuk melaporkan apabila menemukan indikasi pelanggaran keimigrasian di lingkungan sekitar," terang Rakha.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Dirjen Imigrasi Daerah Khusus Jakarta (DKJ) Pamuji Raharja tidak hanya memberikan pelayanan keimigrasian, tetapi juga memiliki peran dalam pengawasan hingga ke dunia pendidikan.

“Saya berharap kegiatan ini selalu meningkatkan kewaspadaan, tidak mudah percaya terhadap tawaran pekerjaan atau kesempatan ke luar negeri yang tidak melalui prosedur resmi, serta selalu mencari informasi dari sumber yang terpercaya,” kata Pamuji.

Lebih lanjut, Pamuji berharap semakin banyak pelajar yang memahami pentingnya migrasi yang aman dan legal serta mampu menjadi agen perubahan dalam upaya pencegahan TPPO dan TPPM di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

“Generasi muda memiliki peran penting sebagai agen perubahan. Dengan pengetahuan yang baik, para siswa tidak hanya dapat melindungi diri sendiri, tetapi juga dapat membantu keluarga dan lingkungan sekitar agar terhindar dari praktik-praktik ilegal tersebut,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala SMKN 11 Jakarta Rahmat menyambut baik pelaksanaan kegiatan yang menjadi bagian upaya preventif pencegahan TPPO dan TPPM lewat edukasi kepada para peserta didik.

“Semoga edukasi ini dapat meningkatkan kesadaran para siswa terhadap bahaya TPPO dan TPPM serta pentingnya mengikuti prosedur yang resmi apabila ingin bekerja atau melanjutkan kegiatan ke luar negeri,” harap dia.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: