Didukung Banyak Tokoh untuk Pimpin Demokrat Aceh, Nurdiansyah Alasta Menanti Restu AHY
BeritaNasional.com - Bertambahnya dukungan dari internal Partai Demokrat maupun tokoh-tokoh Aceh, Bendahara DPD Demokrat Aceh sekaligus Ketua Komisi IV DPRA, Nurdiansyah Alasta menyatakan maju sebagai Calon Ketua DPD Partai Demokrat Aceh di Musyawarah Daerah (Musda) yang akan diselenggarkan pada Agustus mendatang. Musda ini jadi strategis, karena posisi Aceh dalam peta politik nasional dan target penambahan kursi DPR RI pada 2029.
Nurdiansyah yang lahir dari keluarga besar Partai Demokrat juga ingin melanjutkan perjuangan ayahnya, almarhum Jamidin Hamdani, yang pernah menjabat Ketua DPC Partai Demokrat Aceh Tenggara periode 2002–2017 sekaligus Anggota DPR Aceh.
"Saya mengundurkan diri dari Pegawai Negeri Sipil untuk mencalonkan diri sebagai Caleg DPR Aceh di Pemilu 2019 dengan niat melanjutkan perjuangan dan cita-cita orang tua yang begitu cinta kepada Pak SBY dan Partai Demokrat," tulis Nurdiansyah dalam suratnya yang dikutip Selasa (14/7/2026).
Sebelumnya, Nurdiansyah telah mengantongi dukungan luas dari internal partai maupun ekternal. Dukungan itu antara lain disampaikan secara lisan oleh Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat periode 2020- 2025 T. Riefky Harsya di hadapan 18 Ketua DPC, serta dukungan tertulis dari 18 dari 23 Ketua DPC se-Aceh.
Nurdiansyah juga mendapat dukungan dari dua organisasi sayap Partai Demokrat di Aceh, yaitu IMDI dan BMI.
Ia pun mendapatkan dukungan moral dari sejumlah tokoh penting Aceh. Di antaranya, Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf atau Mualem selaku Ketua Umum DPP Partai Aceh, Ketua DPR Aceh Zulfadhli, dan Abu Paya Pasi selaku Imam Besar Masjid Baiturrahman.
Dukungan dari eksternal tokoh masyarakat ini bakal menjadi modal kuat bagi Nurdiansyah dalam membesarkan Partai Demokrat di Aceh.
"Dukungan internal dan tokoh masyarakat ini memiliki semangat yang sama yaitu kebersamaan dalam membesarkan partai dan membangun Aceh di masa yang akan datang," ujarnya.
Sebagai informasi, Nurdiansyah bakal bersaing dengan kandidat lain dalam Musda Demokrat Aceh bulan Agustus mendatang, yakni Sayuti Abu Bakar, mantan caleg DPR RI dari PKB yang gagal melenggang ke Senayan di Pileg 2019. Sayuti yang pernah menjadi sekretaris Majelis Tinggi Partai Nangroe Aceh kini menjabat wali kota Lhokseumawe.
Selain itu, Nurdiansyah memaparkan lima komitmen jika mendapat penugasan sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Aceh, sebagai berikut:
- Siap ditugaskan sebagai Caleg DPR RI 2029 dan menjalankan setiap arahan partai.
- Membangun minimal 3 kantor DPC milik partai selama periode kepemimpinan.
- Menargetkan Aceh menyumbang minimal 2 kursi DPR RI pada Pemilu 2029 dengan menggalang caleg potensial sejak dini.
- Merapikan struktur partai dari tingkat Anak Ranting hingga DPD sesegera mungkin.
- Laporan berkala ke DPP dan siap dievaluasi serta menerima sanksi organisasi jika tidak menjalankan komitmen.
Di tengah banyaknya dukungan yang mengalir untuknya, Nurdiansyah menegaskan seluruh proses pencalonan diserahkan sepenuhnya kepada kewenangan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
"Saya hadir dengan penuh rasa hormat, siap mengikuti seluruh mekanisme partai, serta menerima apa pun keputusan terbaik yang nantinya ditetapkan oleh Ketum AHY. Bagi saya, yang terpenting adalah tetap menjaga persatuan, marwah partai, dan semangat pengabdian kepada Partai Demokrat," pungkasnya.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







