Melihat Potongan Ekor Pesawat Dakota VT-CLA, Saksi Sejarah Hari Bhakti TNI AU

Oleh: Bachtiarudin Alam
Kamis, 12 Februari 2026 | 17:09 WIB
Sisa pesawat Dakota VT-CLA yang hancur. (BeritaNasional/Bachtiarudin)
Sisa pesawat Dakota VT-CLA yang hancur. (BeritaNasional/Bachtiarudin)

BeritaNasional.com -  Saksi bisu perjuangan İndonesia masa awal kemerdekaan masih tersimpan baik di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala (Muspusdirla).

Salah satunya sisa bagian pesawat Dakota VT-CLA sebagai cikal-bakal lahirnya Hari Bhakti TNI Angkatan Udara (AU) yang diperingati setiap 29 Juli.

Ekor pesawat ditampilkan di museum bukanlah replika, melainkan potongan cerita sejarah bangsa. Ketika pesawat Dakota dikirim untuk misi kemanusiaan Palang Merah Malaya membawa bantuan berupa 2 ton obat-obatan harus tumbang di tangan Militer Belanda pada 29 Juli 1947.

"Ini asli lho ini. Bapak Ibu ini Dakota yang asli ini," ujar Kepala Museum Dirgantara Mandala Kamuspusdirla Kolonel Kal Christian Tri Aryono saat ditemui di Museum Dirgantara Mandala, dikutip Kamis (12/2/2026).

Melihat potongan ekor Dakota seperti membawa memori ke masa lalu. Pesawat yang lepas landas dari Singapura pada 29 Juli 1947 pukul 13.00 WIB menuju Pangkalan Udara Maguwo (sekarang Bandara Udara Internasional Adisutjipto) di Yogyakarta.

Diawaki Alexander Noel Constantine, kapten pilot asal Australia dan Roy L.C. Hazlehurst, co-pilot asal Inggris. Bersama 7 orang termasuk pendiri TNI AU yakni Kapten Udara Adisumarmo Wiryokusumo sebagai juru radio, Komodor Muda Udara Agustinus Adisutjipto, Komodor Muda Udara Prof Dr Abdulrahman Saleh.

Empat orang lainnya ialah Bhida RAM berkebangsaan India sebagai juru Teknis udara, A.N. Constantine, Abdul Gani Handonocokro dan Zainul Arifin sebagai Atase Perdagangan RI di Singapura.

Tragedi ini terjadi saat pesawat Dakota yang sedang terbang rendah mengitari lapangan terbang Maguwo untuk mencari posisi pendaratan. Tiba-tiba diserang 2 pesawat Kitty Hawk milik pasukan Belanda secara membabi buta.

Akibat serangan itu, pesawat meledak dan jatuh di Dusun Ngoto Desa Sewon Bantul Yogyakarta yang saat ini dijadikan Monumen Perjuangan TNI Angkatan Udara. Semua penumpang gugur dalam tragedi itu, kecuali satu yang selamat yakni Abdul Gani Handonocokro.

Dalam kesempatan ini, Chirstian menunjukan dokumentasi yang jarang dilihat publik. Foto-foto berwarna hitam putih saat kejadian itu dipajang di samping bangkai ekor pesawat Dakota. 

"Nih pesawat ini yang dulu jatuh di Bantul. Nih posisinya dari jauh nih nah ini. Aslinya foto. Dan ini jarang ini, ini foto saya temukan itu jarang-jarang diliput," kata dia sambil menunjukkan foto mesin pesawat hingga sisa obat-obatan yang berserakan.sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: