Pasar Cermati Kebijakan Tarif AS, IHSG Menguat
BeritaNasional.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin 23 Februari 2026 bergerak menguat, Penguatan ini terjadi di tengah pelaku pasar mencermati perkembangan kebijakan tarif Amerika Serikat (AS).
Melansir Antara, Senin (23/2/2026) IHSG dibuka menguat 62,77 poin atau 0,76% ke posisi 8.334,54. Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 6,43 poin atau 0,77% ke posisi 841,71.
"Diperkirakan IHSG bergerak pada kisaran level 8.250-8.380 pada pekan ini. IHSG diperkirakan berpeluang menguji level 8.400 jika mampu ditutup di atas 8.350," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta.
Dari dalam negeri, pelaku pasar mencermati langkah Pemerintah Indonesia menyusul pembatalan tarif resiprokal di Amerika Serikat (AS), mengingat Indonesia telah menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan AS.
Namun perjanjian itu belum berlaku efektif karena masih memerlukan proses ratifikasi di kedua negara.
Selama Undang-Undang (UU) ratifikasi belum disetujui DPR, Indonesia secara hukum belum terikat dengan perjanjian tersebut.
"Perkembangan tersebut berpotensi menjadi katalis positif bagi pergerakan pasar saham domestik," terangnya.
Di sisi lain, ia menyebut pelaku pasar tetap mencermati implikasi dari kewajiban 267 emiten yang harus menaikkan free float dari 7,5% menjadi 15%.
Dari mancanegara, keputusan Mahkamah Agung (MA) AS membatalkan tarif resiprokal Presiden AS Donald Trump disambut positif oleh investor, karena ekspektasi adanya keringanan terhadap perusahaan yang selama ini terbebani biaya tarif, sekaligus meredakan kekhawatiran akan inflasi AS.
Meskipun belum jelas apakah akan ada pengembalian dana atas tarif yang sudah dibayarkan. Trump membalas dengan mengumumkan tarif global baru sebesar 10% melalui perintah eksekutif dan kemudian menyatakan akan menaikkan menjadi 15%.
Sementara itu, data PDB AS melambat menjadi 1,4% di kuartal IV-2025 dari sebelumnya 4,4% di kuartal III-2025. Sedangkan inflasi PCE AS naik menjadi 2,9% (yoy) di Desember 2025 dari 2,8% (yoy) di November 2025. (Antara)

GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu






