Penting Memahami Dunia Investasi, Begini Cara Membaca IHSG

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Jumat, 10 Juli 2026 | 06:00 WIB
Ilustrasi IHSG dan BEI. (BeritaNaisonal/IDX)
Ilustrasi IHSG dan BEI. (BeritaNaisonal/IDX)

BeritaNasional.com -  Bagi yang baru memulai berkecimpung dengan seluk beluk investasi pasti akan sering mendengar tentang IHSG. Memahami IHSG sangat penting agar mengetahui dinamika saham yang penting bagi investor. 

Agar makin memudahkan dalam memahami dunia investasi, berikut ulasan singkat tentang IHSG dilansir dari laman Pegadaian. 

Cara Membaca IHSG

Cara membaca IHSG, pertama kamu dapat melihat grafiknya di situs atau aplikasi tempatmu berinvestasi.

Selanjutnya, kamu bisa memantau trennya. Jika trennya naik, maka grafik akan bullish (hijau). Pada momen ini, kamu direkomendasikan untuk menjual saham sehingga mendapatkan keuntungan.

Opsi lainnya adalah dengan melakukan hold dan berharap harga akan terus meningkat sehingga keuntungan pun bisa lebih besar di kemudian hari.

Namun, kamu jangan gegabah untuk langsung menjual saham ketika nilai IHSG naik karena bisa saja nilai naik karena bubble.

Sebaliknya, jika kamu melihat tren IHSG menurun atau bearish (merah), maka kamu disarankan untuk hold saham hingga harga meningkat dan membeli saham.

Tidak hanya itu, kamu juga bisa melakukan cut loss atau menjual saham ketika harga sedang turun agar tidak semakin merugi.

Kamu pun jangan panik jika dihadapkan dengan penurunan nilai. Yang bisa kamu lakukan adalah menganalisis portofolio lebih dalam dan membeli saham di saat yang tepat agar mendapatkan capital gain.
 

Pengertian dan sejarah IHSG

IHSG merupakan singkatan dari Indeks Harga Saham Gabungan (Composite Stock Price Index) yang digunakan untuk mengukur kinerja seluruh saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

IHSG pertama kali diperkenalkan oleh BEI pada 1 April 1983, dengan tanggal dasar perhitungan 10 Agustus 1982 menggunakan nilai dasar 100. Saat itu terdapat 13 perusahaan tercatat sebagai dasar perhitungan indeks.

Saat ini, pergerakan IHSG dihitung berdasarkan kapitalisasi pasar seluruh saham yang tercatat sehingga mampu menggambarkan kondisi pasar saham Indonesia secara keseluruhan.

Secara sederhana:

IHSG naik artinya mayoritas harga saham mengalami kenaikan.

IHSG turun artinya mayoritas harga saham mengalami penurunan.


Namun, kenaikan atau penurunan IHSG tidak selalu berarti seluruh saham bergerak ke arah yang sama karena setiap saham memiliki karakteristik masing-masing.

 

Mengapa IHSG Penting bagi Investor?

IHSG bukan hanya angka yang muncul setiap hari di berita ekonomi. Indeks ini memiliki peran penting sebagai indikator kesehatan pasar modal Indonesia.
Investor biasanya menggunakan IHSG untuk, mengetahui sentimen pasar; membandingkan performa portofolio, menentukan strategi investasi, melihat kondisi ekonomi secara umum.

Semakin baik pemahaman terhadap IHSG, semakin mudah investor mengambil keputusan investasi yang lebih rasional.
 

Fungsi IHSG

1. Mengukur Kinerja Portofolio

Fungsi IHSG yang pertama adalah mengukur kinerja portofolio. Portofolio adalah sekumpulan aset saham milik perusahaan atau perorangan.

Dengan melihat IHSG, kamu bisa memprediksi keuntungan saham-saham yang ada di portofolio.

2. Melihat Pergerakan Pasar Modal

Fungsi selanjutnya adalah untuk memantau pergerakan pasar modal paling baru karena nilai IHSG didapatkan dari rata-rata harga saham secara real time di BEI.

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, jika tren IHSG melemah, maka harga saham akan melemah, dan sebaliknya.

Namun, kamu perlu mengetahui bahwa nilai IHSG diambil dari rata-rata sehingga mungkin saja kamu menemukan harga saham yang berbeda dengan nilai IHSG.

3. Melihat Perkembangan Ekonomi

IHSG adalah sebuah indikator yang bisa digunakan untuk melihat kondisi ekonomi saat ini, termasuk pertumbuhan ekonomi negara, penerimaan pajak negara, dan aliran modal.

Maka, perlu dicatat bahwa semakin besar tingkat investasi di sebuah negara, semakin besar pula aliran modal negara tersebut.

Akhirnya, perekonomian negara dapat bergerak dan menumbuhkan ekonominya melalui pajak yang dibayarkan investor.

Selain itu, pemerintah juga dapat membuat kebijakan baru terkait pajak investasi ini agar kesejahteraan masyarakat meningkat.
 

Istilah Penting yang Perlu Diketahui

Buyback: Kegiatan membeli kembali beberapa macam saham perusahaan dari pemegang saham yang ada di perusahaan tersebut.

Portofolio: Sekumpulan aset investasi (saham) yang dimiliki seseorang atau sebuah perusahaan.

Capital Gain: Keuntungan yang didapatkan investor setelah menanamkan saham selama periode waktu tertentu. Capital gain didapatkan dari selisih harga jual dan harga beli saham.

Fluktuasi: Fluktuasi dalam IHSG adalah perubahan harga saham secara naik atau turun berdasarkan kondisi-kondisi tertentu pada pasar saham.

Capital Loss: Capital loss adalah kerugian yang didapatkan investor setelah menjual saham dengan harga yang lebih murah dari harga beli.

Bubble: Peningkatan harga saham secara signifikan atau bahkan terlihat tidak normal karena melebihi harga pasar. Kenaikan ini bisa terjadi jika terjadi hal yang tidak terduga.

Cut Loss: Aktivitas menjual saham kembali agar tidak mengalami kerugian yang besar.

Hold: Aktivitas mempertahankan saham (tidak menjualnya) agar bisa mendapatkan keuntungan di masa depan.

Bullish: Kenaikan atau penurunan harga saham di suatu periode tertentu berdasarkan tingkat optimisme investor di pasar saham.

Likuiditas: Jumlah transaksi saham di pasar modal di jangka waktu tertentu.

 

 

 sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: