Pentingnya Peran Ayah dalam Menghadapi Era Digital
BeritaNasional.com - Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Sesmendukbangga), Budi Setiyono mengatakan, pentingnya peran ayah dalam pengasuhan. Peran ayah tidak bisa digantikan oleh kecerdasan buatan atau AI.
Budi mengatakan, tantangan terbesar keluarga Indonesia saat ini bukan lagi penjajahan fisik. Namun adanya AI yang berpotensi menggeser peran orang tua, khususnya ayah, dalam membentuk karakter anak.
"Dulu musuh kita para penjajah. Sekarang kita menghadapi penjajahan baru, yaitu dominasi algoritma digital. Perangkat digital, media sosial, hingga AI sangat mempengaruhi cara berpikir dan bertindak anak-anak," kata Budi.
Kehadiran teknologi dan AI dikhawatirkan mengikis kualitas hubungan dalam keluarga dan melemahkan nilai-nilai ideologi kebangsaan.
Ia mengingatkan kembali peran ayah ibu, juga nilai-nilai keluarga yang menjadi fondasi bangsa. Jangan sampai tergerus dengan adanya AI dan medsos.
"Sejatinya ayah tidak hanya bertugas mencari nafkah. Ayah wajib mendampingi anak, memberikan keteladanan, perlindungan, juga mengajari mereka hidup dengan baik, menghadapi berbagai ancaman zaman, mulai dari penyalahgunaan narkoba, kekerasan remaja, tawuran paparan radikalisme dan juga penyimpangan, kata dia.
Ia menilai kehadiran figur ayah jadi benteng pertama dalam membangun karakter. Selain itu juga jadi bentang dalamketahanan anak agar mampu menghadapi berbagai risiko di era digital.
Bagi anak-anak yang tumbuh tanpa kehadiran ayah, pemerintah mendorong lingkungan sosial mengambil peran sebagai sistem pendukung. Guru, keluarga besar, tokoh agama, pengasuh, hingga pemimpin masyarakat diharapkan dapat memberikan pendampingan agar setiap anak tetap memperoleh perhatian, bimbingan, dan perlindungan.
Sumber: Antara
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu







