Apple Resmi Naikkan Harga Mac dan iPad, Apa Kabar dengan iPhone?
BeritaNasional.com - Kabar mengejutkan datang dari raksasa teknologi Apple. Akibat kelangkaan komponen memori dunia yang dipicu oleh masifnya pengembangan kecerdasan buatan (AI), Apple resmi mendongkrak harga jual untuk jajaran perangkat Mac dan iPad.
Dilansir dari TechCrunch pada Jumat (26/6/2026), saat ini, harga iPhone masih aman dari kenaikan harga. Meski demikian, menjelang akhir tahun, harganya tetap berpotensi naik.
Berikut adalah daftar penyesuaian harga terbaru jika dikonversikan ke rupiah.
Kategori Mac & MacBook
- MacBook Neo (Terbaru): Naik dari USD599 menjadi USD699 (sekitar Rp12,47 juta).
- MacBook Air (Varian Dasar): Naik dari USD1.099 menjadi USD1.299 (sekitar Rp23,18 juta).
- MacBook Pro: Naik dari USD1.699 menjadi USD1.999 (sekitar Rp35,68 juta).
- Mac Studio (Kelas Desktop): Naik dari USD1.999 menjadi USD2.499 (sekitar Rp44,61 juta).
Catatan: Apple juga telah menyuntik mati Mac Mini varian 256GB seharga USD599 sejak Mei lalu, dan menjadikan model 512GB seharga USD799 (sekitar Rp14,26 juta) sebagai standar baru. Sementara untuk konfigurasi M4 Pro melonjak menjadi USD1.599 (sekitar Rp28,54 juta).
Kategori iPad
- iPad Model Dasar (Chip A16): Naik dari USD349 menjadi USD449 (sekitar Rp8,01 juta).
- iPad Mini (Chip A17): Naik dari USD499 menjadi USD599 (sekitar Rp10,69 juta).
- iPad Air: Naik dari USD599 menjadi USD749 (sekitar Rp13,37 juta).
- iPad Pro: Naik dari USD999 menjadi USD1.199 (sekitar Rp21,40 juta).
Aksesori Rumah Pintar dan Vision Pro Ikut Terdampak
Tidak hanya perangkat utama, lini smart home dan headset premium Apple juga mengalami revisi harga:
- HomePod Mini & Apple TV: Kompak naik dari USD99 menjadi USD129 (sekitar Rp2,30 juta).
- HomePod Standar: Naik dari USD299 menjadi USD349 (sekitar Rp6,23 juta).
- Apple Vision Pro: Headset futuristik ini semakin premium, harganya naik dari USD3,499 menjadi USD3.699 (sekitar Rp66,03 juta).
Alasan di Balik Meroketnya Harga Produk Apple
Dalam sebuah pernyataan resmi kepada CNBC, pihak Apple mengungkapkan bahwa industri elektronik saat ini tengah menghadapi tantangan berat yang belum pernah terjadi sebelumnya.
"Ekspansi kilat dari pusat data (data center) AI telah memicu lonjakan permintaan yang luar biasa terhadap komponen memori dan penyimpanan. Kami belum pernah melihat kenaikan harga komponen sebanyak ini dan secepat ini," tulis Apple.
Mereka juga menambahkan sedang bekerja tanpa henti untuk mencari jalan keluar terbaik.
CEO Apple Tim Cook sebelumnya sempat mengisyaratkan kepada The Wall Street Journal bahwa langkah ini tidak dapat dihindari.
Khusus untuk iPhone, Cook menyebut masalah utamanya bukan pada sektor memori, melainkan adanya kendala pasokan pada chip pemrosesan utama.
Data dari firma analis Counterpoint menunjukkan bahwa pada kuartal pertama (Q1) 2026, harga DRAM untuk ponsel pintar telah melonjak hingga 50 persen, sementara penyimpanan NAND Flash meroket lebih dari 90 persen secara kuartal ke kuartal (quarter-on-quarter).
Di balik badai yang menimpa perusahaan elektronik konsumen, krisis chip AI ini justru menjadi ladang emas bagi para pemasok komponen.
Salah satunya adalah Micron yang sukses mencatatkan lonjakan pendapatan hingga empat kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Sumber: TechCrunch
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu






