5 Manfaat dan Cara Meningkatkan Literasi Keuangan Digital
BeritaNasional.com - Pernah mendengar tentang literasi keuangan digital? Bila belum dan merasa asing dengan hal tersebut, simak ulasanya singkatnya di sini dilansir dari laman Pegadaian.
Masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk memahami dan menggunakan layanan keuangan digital secara tepat di tengah pesatnya penggunaan teknologi.
Kemampuan ini dikenal sebagai literasi keuangan digital atau juga dikenal dengan digital financial literacy (DFL), yakni pengetahuan dan keterampilan dalam mengakses, memanfaatkan, serta mengevaluasi berbagai produk dan layanan keuangan berbasis teknologi.
Kehadiran layanan keuangan digital ikut memperluas akses masyarakat terhadap berbagai produk keuangan, termasuk bagi kelompok yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses ke layanan perbankan.
Manfaat DFL
1. Memudahkan Akses dan Transaksi Keuangan
Salah satu manfaat utama literasi keuangan digital adalah membantu masyarakat memanfaatkan layanan keuangan dengan lebih mudah dan praktis.
Berbagai aktivitas transaksi, seperti pembayaran tagihan, transfer dana, belanja online, hingga investasi dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja melalui perangkat digital tanpa perlu mengunjungi kantor layanan secara langsung.
2. Mendukung Inklusi Keuangan
Literasi keuangan digital turut mendorong semakin banyak masyarakat untuk mengakses layanan keuangan formal.
Kehadiran aplikasi perbankan, dompet digital, dan berbagai platform keuangan lainnya membuka peluang bagi masyarakat untuk memperoleh layanan keuangan yang lebih cepat, mudah, dan terjangkau.
3. Membantu Beradaptasi dengan Perkembangan Teknologi
Seiring meningkatnya penggunaan metode pembayaran nontunai, pemahaman terhadap layanan keuangan digital juga semakin penting.
Hal ini dapat membantu masyarakat beradaptasi dengan perubahan kebiasaan transaksi serta memanfaatkan perkembangan teknologi untuk mendukung kebutuhan finansial sehari-hari.
4. Mendorong Inovasi Layanan Keuangan
Meningkatnya pengetahuan dan minat terhadap layanan keuangan digital juga mendorong lembaga jasa keuangan untuk terus berinovasi. Berbagai produk dan layanan digital terus dikembangkan guna memberikan pengalaman yang lebih efisien bagi pengguna.
5. Membantu Mengambil Keputusan Finansial dengan Lebih Bijak
Literasi keuangan digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan teknologi. Hal ini juga terkait dengan pemahaman terhadap manfaat, biaya, risiko, dan keamanan setiap layanan digital yang digunakan.
Dengan pengetahuan tersebut, masyarakat dapat memilih produk keuangan yang sesuai dengan kebutuhan serta membuat keputusan finansial yang lebih tepat untuk jangka panjang.
Cara Meningkatkan Literasi Keuangan Digital
1. Mengikuti Edukasi Keuangan
Manfaatkan berbagai program edukasi yang diselenggarakan oleh lembaga keuangan, regulator, maupun komunitas keuangan.
Seminar, webinar, artikel edukatif, dan pelatihan keuangan dapat membantu menambah wawasan mengenai produk, layanan, serta tren keuangan digital yang terus berkembang.
2. Memastikan Legalitas Platform yang Digunakan
Sebelum menggunakan aplikasi atau layanan keuangan digital, pastikan platform tersebut telah memiliki izin dan berada di bawah pengawasan otoritas yang berwenang, seperti OJK.
Langkah ini penting untuk mengurangi risiko penipuan dan memberik jkv an perlindungan yang lebih baik bagi pengguna.
3. Memahami Produk, Biaya, dan Risiko Layanan
Jangan terburu-buru menggunakan layanan keuangan hanya karena menawarkan kemudahan atau promo menarik.
Luangkan waktu untuk mempelajari fitur, biaya layanan, suku bunga, risiko, serta kebijakan privasi yang berlaku agar dapat membuat keputusan yang lebih tepat.
4. Memanfaatkan Fitur Pengelolaan Keuangan Digital
Berbagai aplikasi keuangan kini dilengkapi fitur pencatatan dan pemantauan pengeluaran. Pemanfaatan fitur tersebut dapat membantu pengguna mengatur anggaran, memantau kondisi keuangan, serta membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat.
5. Memahami Hak dan Kewajiban sebagai Konsumen
Selain memahami cara menggunakan layanan keuangan digital, penting juga untuk mengetahui hak dan kewajiban sebagai pengguna.
Hal ini mencakup perlindungan data pribadi, mekanisme pengaduan, dan regulasi yang mengatur layanan tersebut sehingga pengguna dapat bertransaksi dengan nyaman dan jelas.
Contoh Produk dan Layanan Keuangan Digital
Mobile Banking: Layanan perbankan melalui aplikasi yang memungkinkan pengguna melakukan transfer dana, pembayaran tagihan, pembelian produk digital, hingga memantau saldo dan transaksi secara real-time.
Dompet Digital (E-Wallet): Aplikasi pembayaran digital yang digunakan untuk berbagai transaksi nontunai, seperti belanja, pembayaran tagihan, transfer saldo, hingga pembelian tiket dan layanan lainnya.
Platform Investasi Digital: Layanan yang memberikan akses investasi secara online, seperti reksa dana, saham, obligasi, maupun instrumen investasi lainnya melalui aplikasi atau platform digital.
Platform Pembiayaan Digital (P2P Lending): Layanan yang mempertemukan pemberi dana dan penerima dana melalui platform digital sehingga proses pendanaan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan mudah.
Payment Gateway: Sistem pembayaran online yang membantu bisnis menerima berbagai metode pembayaran digital dalam satu platform, sehingga transaksi menjadi lebih praktis.

EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 22 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu







