Pembiayaan Samir Tembus Rp1,5 Triliun hingga April 2026, Luar Jawa Tumbuh

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 24 Juni 2026 | 01:00 WIB
Ilustrasi platfom Pindar, Samir. (Foto/doc. Samir)
Ilustrasi platfom Pindar, Samir. (Foto/doc. Samir)

BeritaNasional.com -  Platform pinjaman daring (pindar), Samir mencatat penyaluran pembiayaan sebesar Rp1,5 triliun sepanjang Januari-April 2026. Realisasi tersebut telah mencapai 50 persen dari total pembiayaan yang disalurkan sepanjang 2025.

Kinerja positif itu turut ditopang oleh pertumbuhan pembiayaan di luar Pulau Jawa. Penyaluran terbesar masih berasal dari Jawa dengan porsi 69 persen, disusul Sumatra sekitar 17 persen, serta Sulawesi, Kalimantan, Bali-Nusa Tenggara, Papua, dan Maluku.

Direktur Utama Samir, Handy Juniandri, mengatakan peningkatan pembiayaan di luar Jawa sejalan dengan komitmen perusahaan memperluas akses pendanaan bagi masyarakat dan pelaku UMKM di berbagai daerah.

Meski agresif menyalurkan pembiayaan, Samir tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian melalui penguatan manajemen risiko dan tata kelola perusahaan guna menjaga kualitas aset.

“Samir hadir di tengah-tengah masyarakat bukan hanya sekadar platform pindar, melainkan di tengah situasi ketidakpastian ekonomi saat ini, kami berharap Samir mampu menjadi alat bantu ekonomi yang efektif, membantu kebutuhan darurat hingga menjaga arus kas di masa yang sulit bagi masyarakat dan para UMKM dalam mengakses pembiayaan yang transparan, patuh pada regulasi OJK dan selalu mengedepankan perlindungan terhadap konsumen sehingga Samir tidak hanya tumbuh secara bisnis tetapi juga berkontribusi sehat dalam mendukung keberlanjutan bisnis UMKM di Indonesia,” ujar Handy dalam keterangannya, Senin (22/6/2026).

Secara tahunan, Samir membukukan total pembiayaan lebih dari Rp2,9 triliun pada 2025 atau tumbuh 176 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Hingga 31 Mei 2026, total pembiayaan kumulatif perusahaan mendekati Rp7 triliun yang telah disalurkan kepada sekitar 2 juta peminjam unik.

Saat ini, sumber pendanaan Samir berasal dari 11 lender institusi, termasuk tiga bank yakni PT Bank Neo Commerce Tbk, PT Super Bank Indonesia Tbk, dan PT Bank Sahabat Sampoerna.

“Kami selalu ingin membangun kolaborasi lintas lembaga keuangan agar tercipta pembiayaan yang inklusif, hadirnya ekosistem pembiayaan yang lebih stabil dan efisien, serta menumbuhkan tingkat ekonomi bagi masyarakat maupun UMKM secara berkelanjutan,” terang Handy.

Selain memperluas pembiayaan, Samir juga aktif menggelar program literasi keuangan digital bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI).

Setelah mengikuti program Pindar Mengajar di Yogyakarta, kegiatan serupa akan digelar di Malang pada 24-25 Juni 2026.

“Setelah mengikuti kegiatan Pindar Mengajar di Yogyakarta yang diinisiasi oleh Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Samir bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan AFPI melanjutkan Pindar Mengajar di Malang pada 24-25 Juni 2026,” jelasnya.

Handy menilai edukasi dan literasi keuangan perlu terus diperkuat untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan pindar legal serta mencegah praktik pinjaman online ilegal.

“Dari data OJK menyebutkan, sejak 1 Januari 2026 hingga 31 Maret 2026, Satgas PASTI OJK telah menghentikan 951 pinjol ilegal. Kita harapkan kegiatan-kegiatan edukasi dan literasi yang terus dibangun oleh Samir bersama OJK dan AFPI mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dan para pelaku UMKM untuk mengenal layanan Pindar sebagai platform pembiayaan yang sudah berizin dan diawasi oleh OJK,” tandasHandy.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: