Pelatih Prancis Absen di Pertandingan Lawan Norwegia, Ini Alasan Deschamps!
BeritaNasional.com - Didier Deschamps, pelatih timnas Prancis dipastikan absen di pertandingan Piala Dunia melawan Norwegia pada Jumat (26/6/2026) mendatang usai mendapatkan kabar duka bahwa ibunya meninggal dunia pada Selasa (23/6/2026).
Melansir PEOPLE pada Kamis (25/6/2026), Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) mengumumkan pada Selasa (23/6/2026) bahwa Deschamps telah mengetahui kematian ibunya pada hari yang sama. Deschamps lantas meninggalkan Amerika Serikat (AS) dan kembali ke Prancis untuk menghadiri pemakaman ibunya.
"Di masa yang sangat menyakitkan ini, kami mendoakan agar pelatih kepala diberi kekuatan dan meyakinkannya akan dukungan semua orang," demikian pernyataan FFF melalui ESPN.
"Doa kami menyertai manajer kami dan keluarganya 🙏," rulis FFF Dalam sebuah unggahan di X.
Selama Deschamps absen, asisten pelatih tim, Guy Stéphan, akan menjabat sebagai pelatih kepala sementara dan memimpin tim selama pertandingan Prancis melawan Norwegia pada Jumat (26/6/2026).
Pertandingan tersebut akan berlangsung di Gillette Stadium di Foxboro, Massachusetts, yang selama turnamen berganti nama menjadi Boston Stadium, dan pertandingan tersebut akan menentukan pemenang Grup I.
Sebelumnya, Prancis berhasil lolos usai mengalahkan Senegal 3-1 pada tanggal 16 Juni dan kemudian mengalahkan Irak 3-0 pada Senin (22/6/2026). Kemenangan ini yang mengantarkan Prancis ke pertandingan melawan Norwegia pada Jumat (26/6/2026) mendatang.
Selama 14 tahun masa jabatannya, Deschamps telah membawa Prancis meraih kemenangan di Piala Dunia FIFA 2018. Pada Piala Dunia 2022, Prancis sukses mencapai final namun kalah dari Argentina dalam adu penalti. Tak hanya itu, Deschamps juga bermain di tim Prancis yang berhasil memenangkan Piala Dunia 1998.
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 23 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu







