5 Berita Nasional Terpopuler: Cara Buat QRIS hingga Harga Pertamax yang Belum Akan Turun
BeritaNasional.com - Selamat pagi pembaca setia BeritaNasional! Berikut adalah rangkuman lima berita nasional yang paling menarik perhatian para pembaca pada Sabtu (20/6/2026) pagi ini, yang didominasi berita ekbis.
Berita pertama diawali dengan berita tentang cara membuat QRIS yang berperan penting dalam kegiatan niaga. Dilanjutkan dengan berita IHSG yang dibuka pada zona merah jelang pengumuman indeks MSCI pada Jumat (19/6/2026). Lalu, berita tentang penyebab kredit macet yang membuat kondisi keuangan kian sulit.
Selanjutnya, Menko Perekonomian meminta bank Himbara agar tidak terburu-buru menaikkan suku bunga kredit meskipun BI Rate dinaikkan 5,75 persen. Terakhir, pemerintah belum akan turunkan harga Pertamax karena masih menunggu pembukaan Selat Hormuz dan harga minya dunia stabil. Berikut adalah rangkuman berita terpopuler hari ini:
1. Begini Syarat dan Cara Membuat Qris
Di era serba digital seperti sekarang hampir semua aspek kehidupan manusia bisa dikendalikan atau dikerjakan dengan cepat, kapan pun dan di mana pun, termasuk dalam hal finansial. Menggunakan uang cash sudah tidak lagi menjadi cara utama dalam berbagai aktifitas niaga. Bahkan pada usaha skala kecil pun pembayaran menggunakan nontunai sudah jadi pilihan utama khususnya menggunakan aplikasi Qris.
Qris dinilai lebih praktis dan aman sehingga tidak heran apabila sebuah usaha tidak menyediakan metode ini, maka proses perniagaan bisa terhambat. Nah agar update dengan metode ini yuk simak ulasan singkatnya dilansir dari laman Pegadaian berikut ini
2. IHSG Dibuka di Zona Merah Hari Ini jelang Pengumuman Indeks MSCI
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (19/6/2026) pagi dibuka melemah 5,24 poin atau 0,08 persen ke angka 6.167,10 jelang rebalancing indeks FTSE dan pengumuman indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) hari ini.
Sebelumnya, pada Kamis (18/6/2026) sore, IHSG ditutup turun 48,4 poin atau 0,78 persen ke level 6.172,34. Sejalan, indeks saham unggulan LQ45 juga rontok 1,34 persen ke posisi 616,92.
3. Kenali Pengertian dan Penyebab Kredit Macet
Pada umumnya, masalah kredit macet terjadi karena beberapa faktor yang berkaitan sampai akhirnya menjadikan kondisi keuangan sulit dikontrol.
Kredit macet merupakan kondisi saat seseorang tidak mampu melunasi utang sesuai waktu yang telah disepakati. Kondisi ini biasanya terjadi karena cicilan yang terus tertunda, perencanaan keuangan kurang matang, mengambil pinjaman di luar kemampuan, atau penggunaan dana untuk hal konsumtif.
4. BI Rate Naik 5,75 Persen, Pemerintah Minta Himbara Jangan Cepat Naikkan Bunga Kredit
Pemerintah meminta bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) tidak terburu-buru menaikkan suku bunga kredit setelah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 5,75 persen.
Permintaan itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat bersama Presiden Prabowo Subianto dan jajaran perbankan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2026).
5. Pertamax Belum Akan Turun Meski Konflik AS-Iran Mereda, Pemerintah Tunggu Selat Hormuz Dibuka
Pemerintah belum berencana menurunkan harga BBM non-subsidi seperti Pertamax meski ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran mulai mereda. Pasalnya, pemerintah masih menunggu implementasi kesepakatan perdamaian kedua negara, termasuk kepastian terbukanya kembali Selat Hormuz sebagai jalur utama distribusi minyak dunia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, evaluasi harga BBM non-subsidi baru dapat dilakukan setelah kondisi distribusi energi global benar-benar stabil.
Demikian rangkuman lima berita nasional terpopuler hari ini, semoga dapat memperkaya wawasan para pembaca.
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu





