Meloni Geram atas Klaim Trump soal Permintaan Foto di KTT G7 Evian

Oleh: Kiswondari
Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:58 WIB
PM Italia Giorgia Meloni. (BeritaNasional/IG Meloni)
PM Italia Giorgia Meloni. (BeritaNasional/IG Meloni)

BeritaNasional.com - Perdana Menteri (PM) Italia Giorgia Meloni membantah klaim Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa ia memohon kepadanya untuk berfoto bersama di KTT G7 Evian, Prancis. 

Melansir PEOPLE pada Sabtu (20/6/2026), Meloni mengecam klaim presiden AS bahwa ia telah mendesak presiden untuk berfoto dengannya selama KTT G7 minggu ini sebagai pernyataan yang "sepenuhnya dibuat-buat". Dirinya maupun Italia merasa tersinggung atas klaim Trump.

“Sejujurnya saya terkejut, saya tidak tahu mengapa presiden Amerika Serikat bersikap seperti ini terhadap sekutunya sendiri. Lagipula, ini bukan pertama kalinya hal ini terjadi,” kata Meloni dalam sebuah video yang diunggah akun X-nya pada Jumat (19/6/2026).

“Saya hanya bisa mengatakan bahwa sangat disayangkan dia tidak menunjukkan tekad yang sama terhadap musuh-musuh Barat dan Amerika Serikat—terhadap kepemimpinan yang justru terbukti jauh lebih akomodatif baginya,” lanjutnya.

“Ada satu hal yang harus dia ingat, baik saya maupun Italia tidak pernah mengemis,” tegas Meloni.

Sebelumnya, Trump mengatakan kepada stasiun televisi Italia La7 bahwa Meloni memohon kepadanya untuk berfoto bersama.

"(Meloni) Memohon kepada saya untuk berfoto dengannya — saya bisa saja menolaknya, tetapi saya merasa kasihan padanya," lapor NBC News .

"Dia mungkin senang saya berbicara dengannya. Saya tidak harus berbicara dengannya," tambah Trump.

Sebagai informasi, Meloni bukanlah satu-satunya politisi Italia yang tersinggung dengan komentar Trump. Tepat sebelum perdana menteri mengunggah video tersebut di media sosial, Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani berbagi di X bahwa ia membatalkan rencana perjalanannya ke AS akhir pekan ini.

Dalam pernyataannya itu, Tajani mencatat bahwa presiden AS telah membuat marah seluruh Italia.

"Pernyataan Presiden Trump yang serius dan menyinggung tentang Perdana Menteri Giorgia Meloni menyinggung seluruh Italia," tulis Tajani.

"Karena alasan ini, saya telah memutuskan untuk membatalkan kunjungan saya ke Amerika Serikat yang dijadwalkan pada tanggal 21 dan 22 Juni," tegasnya.

Selama beberapa tahun terakhir, gesekan antara Trump dan Meloni telah beberapa kali terjadi. Awal April lalu, Meloni membela komentar anti-perang Paus Leo XIV setelah Trump menyerang tokoh agama tersebut secara verbal, dan menyebut pernyataan presiden AS itu "tidak dapat diterima".

Trump kemudian menanggapi Meloni dengan mengatakan bahwa Meloni lah yang tidak dapat diterima, karena dia tidak mendukung perang AS di Iran.

Kemudian, di KTT Gaza di Mesir pada Oktober 2025, Trump secara tidak sengaja menyinggung penampilan Meloni, dan berulang kali menyebutnya "cantik".

"Di mana dia... dia di sana," kata Trump sambil menatap Meloni.

"Kau tidak keberatan disebut cantik, kan? Kau memang cantik," tambahnya.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: